BREAKING NEWS
 

Ogah Disebut Penjahat Perang, Netanyahu: Perang Dengan Hamas Kini Masuk Tahap 2

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 29 Oktober 2023 07:25 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, operasi darat yang sedang berlangsung di Gaza mulai Minggu (29/10/2023) menjadi satu isyarat, bahwa perang Israel-Hamas telah memasuki tahap kedua. Dengan tujuan yang menurutnya sangat jelas.

Dua hari sebelum serangan dimulai, Israel melumpuhkan jaringan internet dan semua jalur komunikasi di Gaza. 

Israel menggempur Gaza dengan jet tempur, sebelum kendaraan lapis baja menembus pagar perbatasan menuju kantong-kantong yang dikuasai Hamas.

“Saat ini, tentara dan komandan Israel berada di Jalur Gaza. Mereka dikerahkan ke mana-mana,” kata Netanyahu, seperti dikutip BBC, Minggu (29/10/2023).

Baca juga : Lewat Senam Sehat, Relawan Sedulur Saklawase Galang Dukungan Untuk Herviano

Mengacu dukungan yang disebutnya telah diperoleh dari sekutu Barat dan dunia Arab, Netanyahu memprediksi, perang ini akan berlangsung lama dan menyulitkan.

Dia pun menggambarkan perang membalas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sebagai perang kemerdekaan kedua Israel.

"Kami akan menang. Kami akan menang. Kami akan bertarung dan kami tidak akan menyerah. Kami tidak akan menarik diri, di atas tanah dan juga di bawah tanah," tandas Netanyahu.

Ogah Disebut Penjahat Perang

Adsense

Dalam kesempatan tersebut, secara tidak langsung, Netanyahu membantah mentah-mentah pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang menuduh Israel melakukan kejahatan perang.

Baca juga : Sentimen Negatif Menguat, Pengamat: Prabowo-Gibran Kemungkinan Akan Kalah

"Jangan menuduh kami melakukan kejahatan perang. Munafik, jika Anda berpikir bahwa Anda menuduh tentara kami melakukan kejahatan perang. Kami adalah tentara paling bermoral di dunia," tegas Netanyahu.

Menurutnya, tentara Israel (IDF) telah mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil.

Netanyahu justru menuduh Hamas melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, dengan menggunakan warganya sebagai tameng.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dijalankan Hamas mengatakan, sedikitnya 7.600 orang tewas di Gaza, sejak Israel membom wilayah itu pada 7 Oktober 2023.

Baca juga : Lukas Enembe Divonis 8 Tahun Penjara Dan Bayar Uang Pengganti Rp 19,6 Miliar

Jumat (27/10/2023) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia menyebut, sebanyak 40 persen korban tewas adalah anak-anak.

Sementara Hamas, dilaporkan telah membunuh lebih dari 1.400 orang di Israel, dalam serangan 7 Oktober. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak.

Bawa Pulang Sandera

Sementara Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menekankan, perang ini merupakan  upaya yang sangat kompleks untuk membawa pulang sandera.

"Semakin kita menyerang mereka (Hamas), kita tahu bahwa mereka akan bersedia mencapai semacam kesepakatan. Kita pun dapat membawa pulang para sandera," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense