Sebelumnya
Soal kabar keterlibatan UNRWA dalam serangan Hamas ini, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz meminta dunia berhenti mendanai UNRWA. Katz mengatakan, Israel meyakini adanya hubungan antara UNRWA dengan gerakan Hamas, faksi Palestina yang berkuasa di Gaza sejak 2007.
“Amerika Serikat dan sejumlah negara sudah memutuskan menghentikan pendanaan UNRWA. Saya menyerukan lebih banyak negara bergabung. Hubungan UNRWA dengan Hamas, memberikan perlindungan bagi teroris, dan melanggengkan aturannya, tidak dapat disangkal,” cuit Katz di akun X-nya, Minggu (28/1/2024).
Baca juga : Pendukung Palestina Se-Dunia Turun Ke Jalan
Menurutnya, dalam membangun kembali Gaza, UNRWA harus diganti dengan badan-badan lain yang didedikasikan untuk perdamaian dan pembangunan. Katz membeberkan, Israel sudah berencana untuk memastikan bahwa UNRWA tidak mendapat tempat di Jalur Gaza pascaperang.
Katz membuat pernyataan tersebut setelah keputusan AS dan sekutu menangguhkan pendanaan untuk UNRWA.
Baca juga : Pemerintah Belum Satu Suara
Namun Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, tak ambil pusing, ketika ditanya tentang pernyataan Katz. “Kami tidak menanggapi retorika. UNRWA secara keseluruhan memiliki catatan yang kuat, yang telah berulang kali kami tekankan,” katanya dilansir Assosiated Press.
Pada 7 Oktober, para faksi Hamas menyerang Israel dari Jalur Gaza. Sekitar 1.200 warga Israel, terdiri atas militer dan sipil, terbunuh dan sekitar 240 orang lainnya disandera Hamas, yang kemudian telah dibebaskan sebagian. Membalas serangan itu, Israel lalu melancarkan serangan besar-besaran dan menutup Gaza dari kiriman air, makanan, obat-obatan, hingga bahan bakar.
Baca juga : Istana Jamin Pemerintahan Tetap Berjalan Normal
Sejauh ini, hampir 26.000 warga Palestina telah terbunuh di Gaza dan lebih dari 60.000 orang terluka akibat operasi militer Israel. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 29 Januari 2024 dengan judul "Dituduh Bantu Hamas Serang Israel, Pemerintah Norwegia Tetap Bantu UNRWA"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.