BREAKING NEWS
 

Duta Besar Rusia Untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva

Dibombardir Sanksi Barat, Ekonomi Rusia Tetap Kuat

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 7 Februari 2024 06:30 WIB
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva saat diwawancarai tim Redaksi Rakyat Merdeka di Jakarta, Kamis 1/2/2023. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

 Sebelumnya 
Jadi perdamaian akan sulit terwujud?

Bukannya Rusia yang tidak mau berdamai. Tapi Ukraina dan sponsornya yang enggan berdamai. Mereka lebih me­milih mempersenjatai pasukan Ukraina. Tanpa bantuan Barat, pasukan Ukraina sudah lama kalah oleh Rusia.

Barat terus memberikan amu­nisi, melatih pasukan Ukraina, memberikan informasi dan banyak lagi, demi mempertahankan krisis ini.

Menurut Anda, apa agenda yang dimainkan Barat?

Baca juga : Forum Rektor Indonesia Serukan Pemilu Damai Dan Aman, Demi Menjaga Persatuan

Sebenarnya Rusia dan Ukraina memiliki keterikatan. Jika krisis ini berlanjut, 30 tahun dari sekarang, akan sangat mudah mencuci otak generasi muda dengan memposisikan Ru­sia sebagai pihak yang salah, yang membuat kekacauan.

Barat menggel­ontorkan mili­aran dolar un­tuk membuat warga Ukraina berpikir bahwa Rusia adalah musuh mer­eka. Ini sangat disayangkan. Melihat seja­rah yang ada, Amerika Seri­kat tidak pernah memperlakulan sekutu mereka dengan baik. Coba lihat Af­ghanistan, Irak atau Yugoslavia. Kerusakan yang terjadi di sana dianggap sebagai kerusakan sampingan yang tidak dianggap. Kami tidak tega meli­hat Ukraina dianggap seperti itu.

Melihat kekacauan di Gaza, kenapa Rusia tidak mengirimkan pasukannya dan membantu rakyat Palestina melawan Israel?

Kami selalu berupaya menyele­saikan masalah dengan jalan da­mai lewat dialog. Sekali lagi kami sadar, bahwa kekacauan ini tidak akan terjadi jika AS tidak ikut campur. Ini adalah alasan kenapa masalah ini tidak kunjung usai.

Baca juga : Antusias Warga Lihat Jokowi-Prabowo Makan Bakso Bareng: Semoga Tetap Merakyat

Tidak ada solusi terbaik untuk memecahkan masalah di Gaza dengan menggunakan solusi dua negara. AS tidak menerima ini. Padahal, ini satu-satunya cara mendapatkan kedamaian di sana. Kami mendukung solusi ini dan terus menyinggung ini di PBB. Tapi AS terus mendukung Israel.

Siapa yang diuntungkan dari semua kekacauan ini?

Amerika Serikat. Krisis Ukraina membuat negara-negara di Eropa memutuskan untuk tidak lagi membeli gas murah dari Ru­sia. Mereka kini terpaksa mem­beli gas alam mahal dari Amerika Serikat. Coba tebak siapa yang membuat dan mendistribusikan senjata dan amunisi perang. Amerika Serikat. Jadi, semua ini soal keuntungan bisnis semata.

Apakah Rusia tidak kewalahan dengan banyak sanksi dari Barat?

Baca juga : Dubes RI Untuk Venezuela Edy Mulyono Saksikan Penandatanganan MoU Kerja Sama Migas

Sejak Crimea bergabung dengan Rusia pada 2014, kami mulai menerima sanksi dari Barat. Saat itu juga kami mulai memenuhi kebutuhan sendiri. Misalnya gandum. Kami bisa memenuhi kebu­tuhan gandum dalam negeri hingga mampu menjualnya ke negara lain. Kami juga berhasil memenuhi kebutuhan daging sapi dan ayam hingga surplus dan harus dijual ke negara sahabat. Ini semua berkat sanksi. Kami melihat ini sebagai sebuah anugerah tersembunyi. LDU/DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 7 Februari 2024 dengan judul "Duta Besar Rusia Untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva, Dibombardir Sanksi Barat, Ekonomi Rusia Tetap Kuat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense