BREAKING NEWS
 

Dua Lipa, Bella Hadid Ikut Viralkan

Foto All Eyes On Rafah Sudah Dishare Lebih Dari 47 Juta Kali Di Instagram

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 31 Mei 2024 12:12 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Foto kreasi Artificial Intelligence (AI) yang menggambarkan kamp tenda untuk pengungsi Palestina dan slogan bertuliskan All Eyes on Rafah, sukses menyapu bersih media sosial.

Postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 47 juta kali oleh pengguna Instagram. Termasuk selebriti dunia seperti penyanyi Dua Lipa, pembalap F1 asal Inggris Lewis Hamilton, serta model kondang Gigi dan Bella Hadid.

Selain itu, juga ada aktor Amerika Mark Ruffalo, aktris India Priyanka Chopra dan aktris Suriah Kinda Alloush.

Gambar dan slogan itu viral pasca serangan udara Israel mengakibatkan kebakaran di sebuah kamp untuk pengungsi Palestina di Kota Rafah, Gaza selatan awal pekan ini.

Kementerian Kesehatan yang dijalankan Hamas mengatakan, sedikitnya 45 orang tewas dan ratusan lainnya terluka dalam insiden itu.

Israel mengaku telah menargetkan dua komandan Hamas, dan mengatakan kebakaran mematikan itu mungkin disebabkan oleh ledakan sekunder.

Kecaman internasional meluas terhadap serangan Israel, yang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut sebagai "kecelakaan tragis".

Baca juga : KPK Sebut Tersangka Korupsi Rumah Dinas DPR Lebih Dari 2 Orang

Setelah kejadian itu, BBC Arabic menemukan gambar serangan Israel ke Rafah viral setelah seorang pemuda di Malaysia memposting di akun media sosialnya.

All Eyes on Rafah

Pasca insiden mematikan di Rafah awal pekan ini, warga dunia ramai memposting klip Richard Peeperkorn, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di wilayah Palestina yang diduduki Israel, pada Februari 2024.

Kala itu, kepada wartawan, Peeperkorn mengatakan, all eyes are on Rafah: semua mata tertuju pada Rafah.

Kalimat itu adalah peringatan terhadap pasukan Israel yang menyerang Rafah.

Melalui panggilan online kepada wartawan di markas besar PBB di Jenewa, Peeperkorn mengaku takut menghadapi bencana yang tak terbayangkan, jika tentara Israel melakukan serangan skala besar ke kota.

Adsense

Sejak itu, pejabat dan aktivis mengulangi kata-kata Peeperkorn, untuk mengungkapkan keprihatinan dan penentangan mereka terhadap operasi militer Israel di Rafah, yang dimulai tiga minggu lalu.

Pada bulan-bulan pertama setelah penggunaan frasa tersebut, slogan All Eyes on Rafah muncul di rapat umum di seluruh dunia dan media sosial.

Baca juga : Tiap Hari Viral! Gibran Jadi Raja Medsos Unggul Di Tiktok Dan Instagram

Dalam dua hari terakhir, pada Kamis (30/5/2024), gambar All Eyes on Rafah telah di-share oleh lebih dari 47 juta  pengguna Instagram. 

Kenapa Bisa Viral Singkat?

Kepada BBC, para ahli mengungkap sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa pesan All Eyes on Rafah viral dalam waktu sesingkat itu.

Faktor yang dimaksud meliputi sifat gambar yang dihasilkan AI, kesederhanaan slogan, kemudahan membagikan postingan Instagram hanya dalam beberapa klik, dan beredar di kalangan selebriti.

Namun, Anastasia Kavada yang kini menekuni studi media, kampanye, dan perubahan sosial di University of Westminster, faktor terpenting adalah momen dan konteks politik terkait hal tersebut.

Sementara Maher Nammari, konsultan e-marketing dan AI menilai, gambar itu viral karena banyaknya penduduk dunia yang geram menyaksikan serangan Israel di kamp Rafah.

"Serangan hari Minggu di Rafah telah menyebabkan kesedihan yang meluas", katanya kepada BBC Arabic.

Kalangan lainnya menilai, foto yang menggambarkan gurun yang luas dan perkemahan tenda dengan teks All Eyes on Rafah di atasnya, tidak menunjukkan tempat nyata atau kota Rafah. Tak ada gambar mayat, darah, tembakan orang sungguhan, nama atau adegan menyedihkan.

Baca juga : Aston Anyer Beach Hotel Hadirkan Water Wheels Khusus Difable Pertama Di Indonesia

Dr Paul Reilly, seorang dosen senior di bidang Komunikasi, Media, dan Demokrasi di Universitas Glasgow memaparkan kekhawatiran beberapa aktivis, karena gambar tersebut tidak menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Merespons kritik tersebut, seniman Malaysia yang menciptakan gambar tersebut mengatakan, "Ada orang-orang yang tidak puas dengan gambar dan templatnya, saya minta maaf. Tapi, apa pun yang Anda lakukan, jangan meremehkan masalah Rafah. Sebarkan, hingga mereka terguncang dan takut," bebernya kepada Majalah Time.

Sementara Dr Reilly mengatakan, dari perspektif aktivis digital, foto itu bisa menjadi keuntungan dari segi share.

"Gambar tersebut tidak mengandung konten grafis yang dapat membuatnya dari Instagram karena melanggar pedoman penggunaan. Gambar itu berhasil meningkatkan kesadaran terhadap masalah yang menjadi fokus," jelasnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense