BREAKING NEWS
 

Kecam Kerja Sama Militer Korut-Rusia, Presiden Yoon: Ini Tindakan Anakronistis

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 25 Juni 2024 15:49 WIB
Presiden Yoon Suk Yeol (kanan) dan ibu negara Kim Keon Hee (kanan) dalam upacara peringatan 74 tahun pecahnya Perang Korea 1950-1953 di Daegu, Selasa 25 Juni 2024. (Foto Yonhap)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengecam pengiriman balon bermuatan sampah Korea Utara (Korut) ke Korsel, serta kerja sama militer negara tersebut dengan Rusia sebagai tindakan anakronistis, yang bertentangan dengan kemajuan sejarah.

Hal itu disampaikan Yoon, dalam pernyataan yang menandai peringatan 74 tahun pecahnya Perang Korea 1950-1953.

"Korut tidak ragu-ragu melakukan provokasi tercela dan tidak rasional seperti mengirim balon sampah. Pekan lalu, Korut menandatangani perjanjian kerja sama strategis yang komprehensif dengan Rusia, yang memulai perang di Ukraina. Mereka bahkan memperkuat kerja sama militer dan ekonomi, yang terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Yoon dalam pidatonya saat upacara di kota tenggara Daegu, seperti dikutip Yonhap, Selasa (25/6/2024).

“Ini adalah tindakan anakronistis (tidak sesuai zaman) yang bertentangan dengan kemajuan sejarah," imbuhnya.

Baca juga : Kepala Badan Geologi: Erupsi Gunung Api Tidak Saling Terkait

Yoon menegaskan, militer Korsel akan terus memastikan Korut tidak meremehkan Korsel dalam keadaan apa pun. Serta akan merespons tegas segala bentuk provokasi apa pun dari Korut.

Pernyataan itu adalah komentar publik pertama Yoon tentang pakta yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pembicaraan puncak di Pyongyang, minggu lalu.

Adsense

Pakta tersebut mencakup janji bagi kedua negara untuk saling membantu, jika diserang. Yoon menyebut, ini seperti kembali ke aliansi era Perang Dingin.

Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950. Kala itu, Korut yang didukung oleh Uni Soviet dan China, berperang melawan Korsel, yang dibantu oleh pasukan PBB yang dipimpin AS.

Baca juga : Presiden Jokowi Resmikan Pembangunan Astra Biz Center-IKN

Saat ini, Korut menerima sejumlah sanksi PBB atas program nuklir dan rudalnya. Namun, Korut dikabarkan telah menerima makanan dan bahan persediaan lainnya dari Rusia, sebagai imbalan atas penyediaan peluru artileri untuk perang Moskow/ Ukraina.

Rusia adalah salah satu dari lima anggota Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.

Tensi hubungan Korsel-Korut meninggi, setelah Korut mengirim balon sampah dalam langkah tit-for-tat melawan selebaran propaganda anti-Pyongyang, yang dikirim pembelot Korut di Selatan.

Balon yang kembali dikirim Korut pada Senin (24/6/2024) itu menandai peluncuran balon kelima, sejak akhir bulan lalu.

Baca juga : Bertolak ke Riau, Presiden Jokowi akan Resmikan Sejumlah Infrastruktur

Bulan ini, Korut juga sudah tiga kali melanggar perbatasan, hingga mendorong militer Korsel untuk melepaskan tembakan peringatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense