RM.id Rakyat Merdeka - Jepang membuka kesempatan beasiswa non-gelar kepada guru Indonesia untuk belajar di universitas di Jepang. Penerima beasiswa mendapatkan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang efektif, serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru selama 1 tahun 6 bulan (mulai September 2020 hingga Maret 2022).
Bagi yang berminat hanya perlu melakukan pendaftaran online dan mengisi pendaftaran dapat diperoleh pada website Kedutaan Besar Jepang di https://www.id.emb-japan.go.jp/sch_tt.html.
Baca juga : Lepas Ekspor Benih, Mentan Optimis Produk Hortikultura Terus Meningkat
Berdasarkan keterangab Kedutaan Besar Jepang, Selasa (17/12), dokumen lamaran harus diserahkan secara langsung atau dikirim melalui jasa pengiriman ke Kedutaan Besar Jepang paling lambat 13 Januari 2020.
Sejumlah syarat umum peserta antara lain; peserta harus berkewarganegaraan Indonesia, lahir pada atau setelah 2 April 1985, merupakan guru aktif mengajar di lembaga formal dan memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun 0 bulan pada 1 Oktober 2020.
Baca juga : Jangan Dikira Investasi Kita Cuma Dari China
Setelah menyelesaikan studi di Jepang, diwajibkan kembali ke Indonesia dan melanjutkan profesinya sebagai pengajar. Fasilitas yang diberikan adalah tiket pergi-pulang, uang masuk universitas, uang kuliah dibiayai dengan beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho).
Para mahasiswa juga akan menerima uang saku setiap bulannya untuk biaya kehidupan sehari-hari. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia melalui e-mail beasiswa@dj.mofa.go.jp. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.