BREAKING NEWS
 

Merebak Di China, Virus HMPV Dipantau Pemerintah

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Senin, 6 Januari 2025 08:16 WIB
Ilustrasi virus HMPV. (news.cgtn.com)

 Sebelumnya 
Lebih lanjut, Kemenkes meminta masyarakat untuk mengenakan masker saat berada di ruang publik, rajin mencuci tangan, hingga menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan. Sebab, virus HMPV mirip Covid-19 yang menyebar lewat udara dan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

Terpisah, pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyebut penyebaran virus akan semakin massif seiring dengan memburuknya perubahan iklim dan meningkatnya pemanasan global.

“Ini tentu akhirnya juga memberikan ancaman yang lebih besar terhadap potensi kejadian-kejadian wabah,” ujar Dicky, semalam.

Baca juga : Capres Independen Dibunyikan Senator

Langkah Pemerintah yang mengaktifkan tim pemantau di lapangan dinilai Dicky sudah tepat. Sebab, penanganan cepat perlu dilakukan bila ada satu kasus yang ditemukan. Dia berharap, jangan sampai penyebaran Covid-19 di Indonesia terulang dan melumpuhkan aktivitas masyarakat hingga menekan pertumbuhan perekonomian.

Dicky mengingatkan pentingnya sistem deteksi dini di pintu masuk negara sesuai dengan regulasi kesehatan internasional yang telah diamanatkan WHO.

“Selain itu juga diperlukan penguatan sistem kesehatan di dalam negeri,” ungkapnya.

Baca juga : Dimulai Hari Ini, Makan Bergizi Gratis Digelar Di 26 Provinsi

Sekedar informasi, virus HMPV dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang mirip seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Meski tak berbahaya bagi orang dewasa, pada kasus berat, virus ini dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk virus jenis ini, tapi Pemerintah mengimbau melakukan perawatan suportif seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.

Sama seperti Covid-19, virus HMPV menyebar melalui droplet atau aerosol dari batuk atau bersin. Selain itu, virus ini menular lewat kontak dekat atau paparan lingkungan yang terkontaminasi. Sementara masa inkubasi virusnya berkisar antara tiga hingga lima hari.

Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Sejak UN Ditiadakan Tak Ada Parameter Yang Jelas

Adapun kelompok rentan terhadap virus ini adalah anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, gangguan pernapasan, atau penyakit jantung.

Upaya pencegahannya juga sama seperti Covid-19. Yakni memakai masker di keramaian, menjaga jarak sosial, sering mencuci tangan, dan menghindari tempat ramai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense