RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi peringatan keras kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro, menyusul operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026). Trump menuding Petro gagal menekan perdagangan narkoba dan menyebut Kolombia sebagai sumber utama kokain yang masuk ke AS.
Dalam wawancara dengan wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (4/1/2026), Trump melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Petro. Dia menyebut Petro sebagai pemimpin yang hanya membiarkan produksi kokain berkembang pesat dan mengalir ke AS.
“Dia tidak akan bisa melakukan itu selamanya,” kata Trump.
Trump Isyaratkan Operasi di Kolombia
Saat ditanya apakah AS akan menggelar operasi terhadap pabrik kokain di Kolombia, yang berbatasan langsung dengan Venezuela, Trump memberikan jawaban singkat bernada ancaman. “Kedengarannya itu bagus bagi saya,” ujar Presiden ke-45 dan 47 AS itu.
Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi AS membuka peluang memperluas operasi militernya di kawasan Amerika Latin, setelah penangkapan Maduro dan istri.
Petro Masuk Daftar Sanksi AS
Baca juga : Rusia Minta AS Klarifikasi Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Gustavo Petro, yang memiliki nama lengkap Gustavo Francisco Petro Urrego, telah masuk dalam daftar sanksi pemerintah AS. Melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC), lembaga di bawah Departemen Keuangan, pemerintah AS memasukkan Petro ke dalam daftar individu yang diblokir secara finansial pada 24 Oktober 2025.
Sanksi tersebut dijatuhkan berdasarkan Executive Order 14059, yang menargetkan individu yang dinilai terlibat atau membiarkan perdagangan narkoba ilegal berskala global.
Keluarga & Orang Terdekat Ikut Disanksi
Selain Petro, OFAC juga menjatuhkan sanksi kepada keluarga dan orang kepercayaan Presiden Kolombia. Berikut rinciannya:
- Istrinya, Veronica del Socorro Alcocer Garcia
- Anak sulungnya, Nicolas Fernando Petro Burgos
- Menteri Dalam Negeri Kolombia sekaligus orang kepercayaan Petro, Armando Alberto Benedetti Villaneda
Nama-nama tersebut dilarang mengakses aset di bawah yurisdiksi AS dan melakukan transaksi dengan entitas Amerika.
Alasan AS Jatuhkan Sanksi
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut produksi kokain di Kolombia melonjak tajam, sejak Petro menjabat sebagai presiden pada Agustus 2022.
Baca juga : Trump Umumkan, AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro & Istri
“Sejak Presiden Gustavo Petro berkuasa, produksi kokain di Kolombia meledak ke tingkat tertinggi dalam beberapa dekade, membanjiri Amerika Serikat dan meracuni warga Amerika,” ujar Bessent dalam pernyataan resmi, 24 Oktober 2025.
Ia menambahkan, pemerintahan Trump menilai Petro telah membiarkan kartel narkoba berkembang tanpa kendali.
“Hari ini Presiden Trump mengambil tindakan tegas untuk melindungi negara, dan menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menoleransi penyelundupan narkoba,” katanya.
Petro Membantah & Siap Banding
Gustavo Petro membantah seluruh tuduhan AS dan menegaskan tidak akan mundur.
“Memerangi perdagangan narkoba selama puluhan tahun, malah membuat saya menerima langkah ini, dari pemerintah negara yang selama ini kami bantu menghentikan konsumsi kokain,” kata Petro melalui platform X, Jumat (24/10/2025).
Baca juga : Tiba Di Aceh, Presiden Prabowo Lanjutkan Perjalanan Ke Bireuen
“Ini paradoks. Namun kami tidak akan berlutut,” imbuhnya.
Petro menyatakan akan mengajukan banding hukum terhadap sanksi Trump, melalui pengacara asal AS Dany Kovalik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.