Sebelumnya
Parade militer lengkap diikuti sekitar 3.000 tentara pada 9 Mei berlangsung di Minsk, ibu kota Belarus. Belarus adalah satu-satunya bagian Eropa yang tidak memberlakukan pembatasan sosial meski tingkat infeksi Covid-19 di sana meningkat tajam. Ada puluhan ribu penonton, beberapa dari mereka mengenakan masker sembari menyaksikan acara tersebut.
Lebih dari 21.000 infeksi tercatat di Belarus. Lebih tinggi daripada di negara tetangga yakni Ukraina dan Polandia.
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, sadar dengan adanya wabah corona. Namun menurutnya, parade dalam perayaan Hari Kemenangan untuk memperingati cobaan Belarus dalam perang tidak dapat dibandingkan dengan kesulitan apa pun saat ini.
Baca juga : Netizen Gaduh, Tagihan Listrik di Rumah Naik Dari Biasanya
Perang tersebut dimulai di tanah Belarus pada 22 Juni 1941. Belarus adalah salah satu negara yang paling menderita dalam perang. Di Belarus, Nazi melakukan lebih dari 140 operasi pengrusakan. Setidaknya mereka sudah menghancurkan 5.454 desa. Simbol tragis dari penghancuran massal penduduk sipil adalah desa Khatyn tempat Nazi membunuh 149 penduduk desa dan membakar 28 rumah.
"Sekitar 34,4 juta tentara Soviet, termasuk lebih dari 1,3 juta warga Belarusia dan penduduk asli Belarus, bertempur dalam perang. Untuk keberanian dan kepahlawanan, lebih dari 300.000 dari mereka dianugerahi medali dan penghargaan tinggi," keterangan pers Kedutaan Besar Belarus di Jakarta.
Di lain sisi pecahan Soviet di Asia Tengah, Turkmenistan juga mengadakan parade besar dan prosesi peringatan Hari Kemenangan pada Sabtu malam waktu setempat di Ashgabat. Kota terbesar dan ibu kota Turkmenistan.
Baca juga : Petahana Dompleng Bansos Digugurkan Pencalonannya
Tahun ini adalah pertama kalinya negara itu menandai Hari Kemenangan dengan perayaan publik yang besar. Diketahui hingga saat ini, Turkmenistan belum melaporkan satu infeksi Covid-19. Tak satu pun dari mereka di parade mengenakan masker atau memperhatikan jarak sosial.
Salah satu tamu besar yang diundang yakni wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin. "Sekarang, sayangnya, di sejumlah negara kita melihat upaya untuk menghidupkan kembali ideologi Nazi, memalsukan sejarah bersama, meninggikan pengkhianat dan merevisi peran rakyat Soviet dalam kemenangan atas fasisme," katanya.
Di ibu kota Latvia dan Estonia, keduanya bekas republik Soviet dengan populasi etnis Rusia yang besar, kelompok-kelompok kecil terlihat tiba sepanjang hari untuk meletakkan bunga pada peringatan perang Soviet. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.