RM.id Rakyat Merdeka - Ibukota Manila, Filipina, mulai melonggarkan kebijakan lockdown pada Sabtu (16/5) dan mulai memulai kegiatan sehari-hari seeperti biasa. Sejumlah mall besar pun mulai melayani pelanggan.
Namun, ada beberapa penyesuaian yang dilakukan pihak mall agar pelanggan tidak berlama-lama berdiam di dalam pusat perbelanjaan.
Pada Minggu (17/5), nampak mall- mall di pusat ibukota membuka pintu mereka kepada pelanggan. Namun, layanan wifi gratis, yang biasanya diberikan untuk pelanggan mall, dimatikan.
Baca juga : Amerika Seperti Ingin Bunuh Diri
Selain itu suhu udara di dalam mall juga disetting di suhu 26 derajat Celcius. Ini semua agar pelanggan tidak berlama-lama nongkrong di dalam mall.
Setelah dua bulan lebih menjalani lockdown, masih belum banyak pengunjung yang mau mengunjungi mall. Beberapa saja yang nampak berjalan-jalan untuk window shopping di mall pada weekend kemarin. Padahal, biasanya ada rarusan ribu orang berlalu lalang keluar masuk mall di pusat ibukota Manila.
"Ini bagus untuk saya, ini juga bagus untuk ekonomi," ujar salah satu pelanggan pertama yang memasuki mall, Yuki Alvie Merano (31) dikutip SCMP, Minggu (17/5).
Baca juga : Ekonomi Mandek, Putin Longgarkan Lockdown
Dia menambahkan bahwa keliling mall merupakan kegiatan yang menenangkan baginya. Sejumlah tindakan pencegahan dilakukan staf mall kepada pelanggan. Mulai dari pengecekan suhu tubuh di pintu masuk hingga memberikan hand sanitizer bagi semua orang yang keluar masuk toko. Selain itu menjaga karak barisan untuk menuju kasir juga diatur agar tetap menjaga jarak aman sejauh 1,5 meter.
Hanya beberapa toko saja yang boleh buka di masa awal pelonggaran lockdown ini. Toko yang mulai beroperasi adalah mereka yang menjual baju, buku dan barang elekteonik. Restoran, bioskop dan salon masih belum diperkenankan melayani pelanggan.
"Hari pertama mungkin belum banyak yang datang. Tapi, kalau sudah banyak yang tahu mall dibuka, sudah pasti akan banyak yang mendatangi mall. Ini akan jadi mengerikan. Karena tidak banyak yang mengindahkan inbauan menjaga jarak," ujar Alex Bajarias (23) yang mulai mencoba berbelanja ke supermaket setelah dua bulan belakangan belanja online.
Baca juga : Positif Corona, Pemimpin Gerakan Anti Lockdown Di AS Kena Batunya
Para pekerja retail menyambut baik pelonggaran lockdown meski masih mengkhawatirkan penularan gelombang kedua. "Kami juga takut sebenarnya. Tapi rasa lapar dan ketakutan kalau tabungan kami habis jauh lebih menakutkan daripada tertular Corona," ujar pegawai roko sepatu di salah satu mall, Kristine Grape (28).
Warga Filipina juga diizinkan kembali bekerja selama di kantor hanya diisi separuh kapasitas dari yang biasa. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.