RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum Thailand mendiskualifikasi Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi sebagai calon perdana menteri (PM). KPU Thailand merilis daftar resmi kandidat partai untuk pemilihan perdana menteri tanpa memasukkan nama kakak perempuan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn itu.
Dilansir dari Channel News Asia, kemarin, Putri Ubolratana dikeluarkan dari daftar tersebut karena setiap anggota keluarga kerajaan tak boleh terlibat atau harus netral secara politik.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Thailand tidak menyampaikan kepada partai pengusung Putri Ubolratana, Partai Thai Raksa Chart, yang telah melanggar undang-undang pemilu karena melibatkan keluarga kerajaan. Thailand telah menjadi negara monarki konstitusional sejak 1932. Keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar.
Baca juga : Kamis Besok, Tarif Tol Bandara Naik
Beberapa jam setelah pengumuman Ubolratana sebagai kandidat PM, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn mengatakan, pencalonan itu tidak pantas dan tidak konstitusional bagi anggota keluarga kerajaan untuk memasuki politik.
Ubolratana bersuara mengenai pencalonannya sebagai kandidat PM untuk pemilu 24 Maret. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan publik untuk dirinya. Via akun Instagram-nya, Putri Ubolratana mengungkapkan alasan dirinya menerima pencalonan sebagai kandidat PM Thailand mewakili Partai Thai Raksa Chart.
“Saya telah melepaskan gelar kerajaan saya dan hidup sebagai warga biasa,” ujar Putri Ubolratana dalam pernyataannya itu.
Baca juga : Raja Thailand Tak Setuju Kakaknya Nyalon PM
“Saya telah menerima pencalonan Partai Thai Raksa Chart sebagai Perdana Menteri untuk menunjukkan hak saya dan kebebasan tanpa keistimewaan apa pun di atas warga Thailand lainnya di bawah Konstitusi,” imbuhnya.
Partai Thai Raksa Chart merupakan partai yang didirikan para loyalis mantan PM Yingluck Shinawatra dan PM Thaksin Shinawatra yang kini mengasingkan diri. Pemilu Thailand yang dijadwalkan digelar 24 Maret mendatang akan menjadi pemilu pertama sejak pemimpin junta militer PM Prayuth Chan OCha menggulingkan pemerintah sipil PM Yingluck Shinawatra hampir 5 tahun lalu. Prayuth dipastikan juga mencalonkan diri dalam pemilu mendatang.
Ubolratana merupakan anak sulung mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang berkuasa selama 70 tahun dan meninggal dunia pada Oktober 2016. Ubolratana melepaskan gelar kerajaannya, Yang Mulia ‘Chao Fa’ yang berarti ‘Wanita Langit’, setelah menikah dengan seorang pria asal Amerika Serikat (AS) bernama Peter Ladd Jensen tahun 1972 silam. Dia tinggal di AS selama 26 tahun sebelum bercerai dengan suaminya pada tahun 1998.
Usai bercerai, Putri Ubolratana tetap tinggal di AS selama beberapa tahun sebelum akhirnya pulang ke Thailand. Pada 2011, dia pulang menjalankan tugas- tugas kerajaan namun tidak mendapatkan kembali gelar kerajaannya. Dia masih dianggap sebagai bagian dari keluarga kerajaan dan disebut sebagai ‘Tunkra- mom Ying’ yang berarti ‘Putri Pemangku Ratu’. Dia mendapat pengawalan dan diperlakukan layaknya anggota kerajaan Thai- land.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.