Sebelumnya
Meski sudah ‘bebas’, Pemerintah China tak akan segan menutup atau melakukan karantina di satu wilayah. Jika ditemukan kasus baru.
Di Wuhan, lokasi awal merebaknya virus corona, pemerintah setempat melakukan tes terhadap 11 juta penduduk. Meyakinkan diri tak ada lagi kasus Covid-19. Pemerintah setempat juga sangat berhati-hati dengan imported case. Apalagi, penerbangan in- ternasional sudah dibuka. Meski belum seperti biasa.
Baca juga : Kontraktor China Bantu Bangun Bangsal Perawatan Pasien Corona
Lebaran Berbeda Situasi
Pandemi juga berpengaruh saat perayaan Idul Fitri tahun ini di China. Tak ada perayaan seperti biasa. Bahkan, kegiatan shalat Id yang biasa dihadiri ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di China, hanya dihadiri staf dan keluarga KBRI Beijing.
Baca juga : `Majulah Terus Rakyat Merdeka Menjadi Media Terpecaya`
Saat ini, ada lebih dari 39 ribu masjid di China. Termasuk 72 di Beijing. Dan semuanya merayakan Idul Fitri secara virtual. Tak ada kegiatan perayaan di masjid.
“Karena memamg belum diizinkan untuk shalat Id di masjid,” tutur Djo. Tak cuma shalat Id. Acara makan bersama pun hanya bisa di- lakukan staf dan keluarga KBRI. Meski demikian, menu-menu khas Lebaran tetap tersedia. Mulai dari rendang hingga opor. Di- tambah makanan khas yang biasa dimakan umat Muslim setempat saat hari raya, kambing guling.
Baca juga : Pikat Turis Lewat Festival Jelajah Nusantara
“Tapi itu juga semua hanya makan sebentar terus bubar. Ada juga yang bungkus bawa pulang. Ya kondisinya begitu,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.