RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Seoul, Park Won-soon, ditemukan tewas di pegunungan Bugak, Kamis (9/7) tengah malam. Ia sempat dilaporkan hilang oleh putrinya.
Sebelum menghilang dan ditemukan tewas, Park sempat meninggalkan surat. Namun putri Park tak menjelaskan isi surat itu.
Dilansir Reuters, Jumat (10/7), setelah menemukan surat itu, sang putri melapor ke polisi. Ayahnya tak bisa dihubungi sejak pukul 17.04 waktu setempat.
Baca juga : Prabowo Diingatkan Negara Lagi Tongpes
Kepolisian Metro Seoul mengatakan, Park meninggalkan kediaman resmi Wali Kota Seoul sejak pukul 10.40 pagi waktu setempat, mengenakan topi hitam dan ransel. Saat itu ia membatalkan sejumlah pertemuan pembahasan kebijakan di balai kota.
Setelahberjam-jam pencarian dengan ratusan polisi, drone, hingga anjing pelacak, Park ditemukan tewas. Jenazahnya dibawa keluar dari hutan dengan tandu oleh petugas forensik. Jenazahnya dibawa ke rumah sakit.
Kantor berita Yonhap memberitakan, para pendukung Park mulai terlihat di rumah sakit, dengan penuh kesedihan dan berteriak, "Bangun, Park Won-soon," "Kami mencintaimu, Park Won-soon," dan "Maaf, Park Won-soon."
Baca juga : Kaldera Toba Ditetapkan Sebagai UNESCO Global Geopark
Pejabat kepolisian, Choi Ik-soo, tak menjelaskan penyebab kematian Park. Ia hanya menyatakan tak tanda-tanda bunuh diri maupun bekas tindakan kriminal di tubuh Park. Kepolisian tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses autopsi.
Jika Park terbukti bunuh diri, ia akan menjadi politikus ternama Korea Selatan setelah mantan Presiden Roh Moo-hyun, yang mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing pada 2009 karena tuduhan korupsi yang melibatkan anggota keluarga.
Kematian Park terjadi di tengah penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual, setelah seorang mantan sekretarisnya mengajukan laporan pada Rabu (8/7).
Baca juga : Israel Digempur Dunia
Park dikenal sebagai politikus paling berpengaruh di Korea Selatan setelah menjabat Wali Kota Seoul sejak 2011. Selama pandemi Covid-19 di Seoul, ia memainkan peran penting untuk menghentikan penyebaran di ibu kota.
Sebelum terjun ke dunia politik, Park adalah seorang aktivis dan pengacara HAM terkemuka. Dilansir Kumparan, ia telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mempromosikan kesetaraan gender. Dia juga dipandang sebagai calon presiden yang potensial pengganti Moon Jae-in bag dalam pemilihan presiden 2022 mendatang. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.