RM.id Rakyat Merdeka - Empat pekan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 3 November mendatang, sekitar 4,5 juta suara yang sudah masuk, Selasa (6/10).
Lonjakan jumlah suara awal itu menggambarkan kemungkinan capaian rekor jumlah pemilih dalam pertarungan politik antara capres dari kubu Republik, sang petahana Donald Trump dan lawan politiknya, capres Joe Biden.“Kenaikan jumlah suara dipengaruhi perluasan sistem pemungutan suara awal dan melalui layanan pos di banyak negara bagian atas pertimbangan cara aman memilih di tengah pandemi Covid-19,” kata pengelola Elections Project, Florida University, Michael McDonald, dilansir Associated Press (AP).
Baca juga : Demokrat Minta Tarif Swab Diturunkan Lagi
McDonald juga menyebut, bahwa publik ingin ikut serta dalam menentukan masa depan politik Trump. Dia mencatat, jumlah pemilih Demokrat yang lebih banyak masuk. “Kami tak pernah melihat orang sebanyak ini memanfaatkan hak suara jauh hari sebelum pemilu. Masyarakat memilih ketika mereka memutuskan. Kita tahu, banyak orang telah memutuskan sejak lama dan sudah mempunyai penilaian penting tentang Trump,” katanya.
Dengan angka pemilih awal yang tinggi itu, McDonald memprediksi, jumlah pemilih total nantinya mencapai 150 juta orang, mewakili 65 persen dari daftar pemilih. Ini persentase tertinggi sejak 1908.jumlah sekitar 4,5 juta suara yang sudah masuk datang dari 23 negara bagian. Jumlah itu akan bertambah dalam beberapa pekan ke depan, karena sudah 39 negara bagian menggelar pemungutan suara awal dan via surat.
Baca juga : Pilpres AS Makin Dekat, Isu Trump Ngemplang Pajak Makin Kenceng
Menurut Komisi Bantuan Pemilu, persentase pemilih yang memberikan hak suara secara langsung pada hari pemungutan suara 3 November sudah mengalami penurunan. Angka total suara masuk lewat pemungutan suara awal atau via surat telah bertambah lebih dari dua kali lipat, dari hampir 25 juta pada 2004 menjadi 57 juta suara pada 2016.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.