Sebelumnya
Beberapa pekan terakhir India mencatatkan jumlah kasus harian Corona yang lebih tinggi dari negara-negara lain. Pada Senin (19/4), India kembali men cetak rekor kasus harian tertinggi dengan mencatat lebih dari 273.810 kasus Covid-19 dalam sehari.
Jenazah korban tewas akibat Corona kini bertumpuk di rumah duka dan krematorium. rumah-rumah sakit setempat kewalahan menangani pasien Covid-19. Banyak rumah sakit yang melaporkan kekurangan tempat tidur, pasokan tabung oksigen medis dan sarana untuk tes Corona.
Total, kematian akibat Corona di India sejauh ini telah melampaui 180 ribu orang, dengan total kasus Corona melebihi 15,3 juta kasus.
Baca juga : Vaksinasi Covid-19, Ayo Kita Dukung Rame-rame
Kemarin, seperti dilansir media online Business Standard, India mencatat 259.710 kasus Corona dengan 1.761 kematian dalam 24 jam terakhir.
Dengan situasi ini, tetap saja Modi dan jajaran menterinya menggelar kampanye politik yang dihadiri massa menjelang pemilu daerah di Benggala Barat. hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menaungi Modi bersaing ketat dengan partai lain yang menguasai wilayah tersebut.
“Anda menggelar kampanye saat orang-orang menuju pemakaman,” ucap Kepala Data Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi setempat, Akhilesh Jha.
Baca juga : BKPM Tuntaskan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua
Tak hanya itu,Yashwant Sinha, mantan Menteri Keuangan di partai Modi juga mengatakan, tindakan Modi tidak dapat diterima. “Kegembiraan Perdana Menteri di kerumunan besar hanya bisa dirasakan oleh orang yang sama sekali tidak sensitif,” kritiknya, Senin (19/4).
Momen ini bukanlah satu-satunya momen yang menjatuhkan kepercayaan rakyat terhadap PM asal Gujarat itu. Sebelumnya, Modi yang mengklaim berhasil memperkuat fasilitas kesehatan, dikecam masyarakat yang menganggap dia telah berbohong.
“Kami dibohongi. Tidak ada rumah sakit. Tidak ada tempat tidur. Tidak ada oksigen. Di ruang gawat darurat ada tiga hingga empat orang terbaring di tempat tidur. Orang-orang di lantai. Dokter putus asa berlari di antara pasien,” kata seorang keluarga korban yang tewas akibat terinfeksi Covid-19.
Baca juga : Cek Kesiapan Layanan, Risma Kunjungi 3 UPT Di Bandung
Selain itu, Modi juga dianggap gagal mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di sungai Gangga. Di saat pandemi yang masih meluas di negara itu, tradisi ini mengumpulkan kerumunan sebanyak 3 juta orang.
Modi disebut telah meminta acara itu dihentikan. Namun kerumunan membludak tanpa mengindahkan protokol kesehatan. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.