Sebelumnya
“Kegagalan Pemerintah ini sangat terlihat. Mereka menyelewengkan deklarasi status darurat negara, yang terlihat sebagai taktik politik, dan hanya membuat kesengsaraan bagi rakyat dan perekonomian,” kata Zahid.
PM baru nanti, diharapkan fokus pada penanganan Covid-19 seperti vaksinasi dan peningkatan kesejahteraan.
Setelah herd immunity tercapai, lanjut Ahmad, PM meminta raja untuk mengembalikan mandat rakyat untuk menyelenggarakan Pemilihan Umum ke-15. Ahmad Zahid juga menyatakan, UMNO tidak akan mendukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim sebagai PM. Partainya juga tidak akan mendukung koalisi apapun denganPakatan Harapan atau Partai Aksi Demokratik.
Reshuffle Kabinet
Di tengah pergolakan politik, PM Muhyiddin merombak kabinetnya. Ia menunjuk Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob sebagai Wakil PM. Namun demikian, Ismail Sabri tetap menjabat Menteri Pertahanan.
“Penunjukan (Ismail Sabri) akan membantu Perdana Menteri
Baca juga : Utang Pemerintah Meningkat, Politisi Banteng: Tidak Perlu Panik
dalam mengelola negara dan akan membantu memenuhi kebutuhan rakyat di saat negara sedang menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan Kantor Perdana Menteri Malaysia seperti dikutip dari The Star.
Selain itu, Hishammuddin Hussein ditunjuk sebagai Menteri Senior (Luar Negeri). Ia akan memimpin gugus keamanan, yang sebelumnya dipimpin Ismail Sabri.
Negeri jiran terus mencatat rekor infeksi harian lebih dari 7.000 kasus dalam dua hari berturut-turut pada Rabu (7/7). Kementerian Kesehatan mencatat 7.097 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Malaysia mencatat 7.654 kasus Covid-19 pada sehari sebelumnya. Dengan jumlah tersebut, saat ini Malaysia mencatat total lebih 808 ribu kasus Covid-29 dengan hampir 6 ribu kematian.
Baca juga : Menperin Turun Tangan
Pasien Corona yang masuk unit perawatan intensif (ICU) juga dilaporkan memecahkan rekor sebanyak 943 orang. Hingga kini, pasien yang diintubasi mencapai 450 orang. Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ICU juga masih melebihi 100 persen. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.