Sebelumnya
Wakil Presiden AS periode 2009-2017 itu menambahkan, dia menugaskan tim keamanan nasionalnya untuk mempersiapkan setiap kemungkinan. Termasuk pengambilalihan cepat oleh Taliban. Namun, Biden menyalahkan Pemerintah Afghanistan atas keruntuhan cepat negara itu.
Penarikan pasukan pada 31 Agustus, kata Biden, bukan tenggat waktu yang dibuat semaunya. Itu dirancang untuk menyelamatkan nyawa warga AS. Ditegaskannya, sudah waktunya untuk mengakhiri perang. “Saya tidak akan memperpanjang perang, dan saya tidak memperpanjang tenggat waktu,” ujarnya.
Baca juga : Bappenas Perkuat Peran Inklusi Sosial Perpustakaan
Biden menambahkan, bahwa 90 persen warga AS di Afghanistan ingin pergi secepatnya.
Dan, AS akan meminta pertanggungjawaban Taliban yang menjamin perjalanan yang aman bagi siapa saja yang masih ingin meninggalkan negara itu.
Baca juga : Selepas 31 Agustus, AS Nggak Kepikiran Buka Kantor Kedutaan Di Afghanistan
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mencatat, masih ada ratusan warga AS yang belum dievakuasi. “Bagi warga yang tersisa, tidak ada batas waktu. Kami tetap berkomitmen untuk mengeluarkan mereka jika mereka ingin keluar,” tegas Biden.
Biden melanjutkan, AS harus belajar dari kesalahan intervensi militernya selama dua dekade di Afghanistan. AS mencapai misinya untuk memusnahkan Al Qaeda. Dan telah membunuh pemimpin kelompok teroris, Osama bin Laden, satu dekade lalu. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.