Dark/Light Mode

Bangga Akhiri Perang

Biden: Misi AS Tidak Jelas Di Afghanistan

Kamis, 2 September 2021 06:20 WIB
Presiden Joe Biden berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa, 31 Agustus 2021, di Washington. (Foto: AP/Evan Vucci).
Presiden Joe Biden berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Selasa, 31 Agustus 2021, di Washington. (Foto: AP/Evan Vucci).

 Sebelumnya 
Wakil Presiden AS periode 2009-2017 itu menambahkan, dia menugaskan tim keamanan nasionalnya untuk memper­siapkan setiap kemungkinan. Termasuk pengambilalihan ce­pat oleh Taliban. Namun, Biden menyalahkan Pemerintah Afghanistan atas keruntuhan cepat negara itu.

Penarikan pasukan pada 31 Agustus, kata Biden, bukan tenggat waktu yang dibuat se­maunya. Itu dirancang untuk menyelamatkan nyawa warga AS. Ditegaskannya, sudah wak­tunya untuk mengakhiri perang. “Saya tidak akan memperpan­jang perang, dan saya tidak memperpanjang tenggat waktu,” ujarnya.

Baca juga : Bappenas Perkuat Peran Inklusi Sosial Perpustakaan

Biden menambahkan, bah­wa 90 persen warga AS di Afghanistan ingin pergi secepatnya.

Dan, AS akan meminta pertanggungjawaban Taliban yang menjamin perjalanan yang aman bagi siapa saja yang masih ingin meninggalkan negara itu.

Baca juga : Selepas 31 Agustus, AS Nggak Kepikiran Buka Kantor Kedutaan Di Afghanistan

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mencatat, masih ada ratusan warga AS yang belum dievakuasi. “Bagi warga yang tersisa, tidak ada batas waktu. Kami tetap berkomitmen un­tuk mengeluarkan mereka jika mereka ingin keluar,” tegas Biden.

Biden melanjutkan, AS harus belajar dari kesalahan intervensi militernya selama dua dekade di Afghanistan. AS mencapai misinya untuk memusnahkan Al Qaeda. Dan telah membunuh pemimpin kelompok teroris, Osama bin Laden, satu dekade lalu. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.