Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Mudik memiliki makna kembali ke udik. Pulang kampung menuju tempat kita berasal. Setelah sekian lama merantau, ada perasaan ingin kembali ke kampung halaman. Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk melakukan ritual mudik. Hakikat mudik adalah perjalanan spiritual mengingatkan jati diri seseorang. Dengan memahami jati diri kita. Maka senantiasa kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Sang Khalik. Sehingga kesalehan sosial menjadi tradisi selama mudik lebaran.
“Mudik jangan dijadikan ajang pamer kesuksesan di kampung Mo,” celetuk Petruk. Romo Semar mesem, tidak mau menanggapi komentar anaknya, Petruk. Semar sedang galau dan prihatin dengan masih merebaknya mafia minyak goreng. Menjelang Lebaran, berbagai kebutuhan pokok ikut naik. Mudik tahun ini terasa istimewa setelah dua tahun dilarang mudik karena Covid-19. Kolak pisang menemani menu buka puasa Romo Semar. Kepulan asap rokok klobot membawanya ke zaman Arya Gunadewa dari pertapaan Gadamadana.
Baca juga : Gandamana Vs Sengkuni
Kocap Kacarito, Arya Gunadewa adalah putra Prabu Kresna raja kerajaan Dwarawati dari perkawinannya dengan permaisuri Dewi Jembawati. Walaupun Gunadewa berparas tampan, tapi memiliki ekor seperti kera. Konon, Dewi Jembawati merupakan anak dari Kapi Jembawan yang berwujud kera dengan Dewi Trijata. Maka, masih ada garis keturunan kera. Gunadewa tahu diri dengan wujud dirinya. Gunadewa memilih tinggal di pertapaan Gadamadana. Hal ini untuk menjaga perasaan keluarga besar Kerajaan Dwarawati.
Gunadewa tinggal di Pertapaan Gadamadana sekalian menjaga makam leluhur kerajaan Mandura dan Dwarawati. Ada perasaan ingin mudik pulang kampung ke Dwarawati berkumpul dengan kakak-kakaknya yang lain seperti Samba dan Setyaka, yang tinggal di kerajaan. Namun, keinginan untuk pulang kampung harus ditunda sampai Gunadewa merasa sukses bertugas di pertapaan Gadamadana.
Baca juga : Togog Gugat Konstitusi
Saat terjadi ontrang-ontrang antara kakaknya Samba dengan Prabu Bomanarakasura, Gunadewa datang untuk memberikan jalan keluar atas konflik yang terjadi antar keluarga. Sumber permasalahan yakni Samba berani merebut istri kakaknya sendiri Dewi Hagnyanawati dari Prabu Bomanarakasura. Skandal memalukan sudah ditutup rapat-rapat. Namun, karena para pihak tidak bisa menahan emosi, terjadilah perang saudara antara bapak dan anak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.