BREAKING NEWS
 

Membaca Ulang Al-Qur’an (2)

Antara Al-Qur’an dan Bible

Jumat, 24 Maret 2023 07:20 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Jika dalam Islam dipersepsikan Nabi Muhammad haruslah buta huruf (ummy) untuk menghilangkan kesan Al-Qur’an sebagai kalam-Nya. Sama dengan Maryam harus dipersepsikan perawan untuk mensucikan Kristus sebagai kalam-Nya. Kapan Nabi Muhammad ahli membaca dan menulis akan memunculkan keraguan bahwa Al-Qur’an kreasi Nabi Muhammad. Pada saat yang sama, kapan Maryam tidak perawan maka bisa menggugurkan kesucian Kristus sebagai Kalam-Nya.

Jika Petunjuk itu berupa ”manusia” (Kristus) maka kemurniannya dilam bangkan dengan keperawanan Maryam. Jika petunjuk itu berupa sesuatu yang bersifat verbal (Kitab) maka kemurniannya dilambangkan dengan kebutahurufan Nabi Muhammad.

Semestinya orang tidak merendahkan keberadaan Nabi Muhammad sebagai orang buta huruf (ummy) kemudian dari padanya lahir Al-Qur’an suci, seperti sering dila kukan kalangan orientalis. Lebih ironis lagi jika yang lakukan hal itu kaum Kristiani karena itu berarti melakukan hal yang sama terhadap Bunda Maryam sang Perawan tetapi bisa melahirkan Kristus.

Secara logika, kita tidak bisa menerima Maryam sebaga sang Pera wan tetapi menolak keberadaan Nabi Muhammad sebagai buta huruf.

Baca juga : Al-Qur’an: Membumi Untuk Melangitkan

Inilah logika dan teologi di balik misteri Petunjuk Tuhan. Kebutahurufan Nabi Muhammad dalam menerima Al-Qur’an dan keperawanan Maryam mengandung Kristus melambangkan manusia sama sekali pasif di hadapan Allah SWT.

Manusia, baik laki-laki maupun perempuan tidak bisa menolak takdir Tuhan seperti apapun keadaan dirinya. Inilah maksud dari ayat: Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.”

Allah berfirman  (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendakiNya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (Q.S. Ali ’Imran/3:47).

Kebutahurufan Nabi Muhammad dilukiskan dalam ayat: (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang buta huruf (ummy) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.

Baca juga : Penumpang Kapal Bisa Mudik Sekaligus Wisata

Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al-A’raf/7:157).

Verbalisasi petunjuk Allah dalam bentuk Kitab Al-Qur’an yang meng gunakan bahasa Arab menempat kan posisi bahasa ini bukan hanya sebagai bahasa petunjuk ajaran Islam tetapi juga sebagai bentuk lahir dari Al-Qur’an itu sendiri.

Bahkan keberadaan bahasa Arab menurut S.H. Nasr dapat disejajarkan dengan tubuh Kristus. Kemuliaan bahasa Arab bukan sebagai bahasa kultural atau bahasa ilmiah tetapi karena menjadi bagian integral dari Al-Qur’an. Bahasa Arab menjadi semacam lokus manifestasi Kalam Allah.

Untuk hal-hal yang bersifat kultural-psikologis mungkin bahasa Persi yang tidak kalah menariknya, untuk bahasa ilmiah mungkin ada bahasa Inggeris atau bahasa Eropa lainnya lebih kaya dengan vocab ilmiahnya, akan tetapi bahasa Arab menjadi lebih penting karena sekaligus menjadi bahasa ritual keagamaan dalam tradisi Islam. Sejumlah ibadah dan ritus keagamaan tidak sah atau batal kalau menggunakan bahasa selain bahasa Arab. ■

Baca juga : Hore, Pemerintah Sunat Bunga KUR Tiga Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense