BREAKING NEWS
 

Membaca Ulang Al-Qur’an (21):

Antara al-Qur’an dan al-Furqan

Rabu, 12 April 2023 07:00 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Manusia qur’ani tidak lagi tersedot energinya untuk mengidentifikasi entitas-entitas yang ada, karena mereka melihat apa yang ada sesungguhnya adalah hanya sebuah realitas.

Tantangan kita sekarang, bagaimana beranjak dari manusia bumi menjadi manusia langit. Apa karakter ‘manusia bumi’ dan ‘manusia langit’, lihat artikel berikutnya.

Baca juga : Bagaimana Merasakan Kehadiran Wahyu? (2)

Sedangkan al-furqan secara harfiah berasal dari kata farraqa-yufarriqu-furqan berarti membedakan, memisahkan, membagi-bagi, dan memperhadap-hadapkan.

Dari akar kata ini, lahir kata Al-Furqan, nama lain dari Al-Qur’an berarti memisahkan antara yang haq dan bathil, baik dan buruk.

Baca juga : Bagaimana Merasakan Kehadiran Wahyu? (1)

Akan tetapi, dalam perspektif tasawuf, khususnya dalam kajian Ibn ‘Arabi dalam kitab Fushush al-Hikam, kata al-furqan sering digunakan sebagai lambang identitas bumi dan maqam rendah (al-maqam al-sufla). Disebut “manusia bumi” (al-insan al-ardh) atau al-insan al-furqan, karena paradigmanya masih memandang realitas alam ini sebagai makhluk dan entitas yang beraneka ragam.

Keanekaragaman realitas ini kemudian menyedot energinya untuk melakukan identifikasi, mencari perbedaan dan persamaan antara satu realitas dengan realitas lain. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense