Tausiah Politik
Sebelumnya
Pengalaman ini menarik untuk dijadikan renungan, bahwa betapa banyak rumah jabatan atau rumah dinas yang sesungguhnya dimaksudkan untuk mempermudah mengurus urusan masyarakat dan kenegaraan.
Jika rumah jabatan dengan segala macam fasilitasnya yang disediakan oleh negara lantas lebih banyak digunakan untuk kepentingan pribadi atau keluarga, apalagi diserahkan kepada orang lain atau keluarganya menempatinya, maka sungguh bertentangan dengan apa yang dialami Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz.
Baca juga : Frekuensi Pengulangan Rahman dan Rahim
Seandainya ada pilihan, lebih baik menggunakan rumah pribadi untuk mengurus negara ketimbang menggunakan rumah negara untuk kepentingan pribadi. Ini rumah jabatan, apa lagi kantor.
Jika fasilitas Negara yang ada di kantor dan di rumah jabatan digunakan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau golongan, maka pertanggung jawabannya di dunia apalagi di akhirat, tentu santa beresiko. Mungkin seseorang bisa saja merekayasa pengeluaran di kantor atau di rumah dinas sehingga tidak terlacak ada pelanggaran di mata inspektorat atau BPK dan KPK, tetapi mata Allah SWT pasti tidak bisa dibohongi.
Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (9): Perspektif Agama Hindu (3)
Jangan sampai kenikmatan sesaat tetapi akibatnya harus ditebus di dalam neraka selama bertahun-tahun. Kini kita memerlukan pribadi dua Umar, yaitu umar ibn Khathab dan Umar ibn Abdul Aziz, yang kedua-duanya anti korupsi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.