Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (28)

Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (9): Perspektif Agama Hindu (3)

Kamis, 12 Oktober 2023 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Konsep Ibn Arabi agak mirip dengan konsep Advita Vedanta (Sangsekerta: A=tidak, Dvita=dualitas. Veda=kitab, anta=terakhir) dalam agama ­Hindu, sebuah pemahaman non-dualitas terhadap Tuhan (Brahma). Tuhan Maha Mutlak yang tidak mungkin wujud-Nya terbatas (The Limitless Being). Jika Tuhan dibatasi sebagai Maha Pencipta bersemayam di Arasy di atas sana, lalu makhluk-Nya berada di bawah, maka itu meng­isyaratkan ada­nya dualitas (the ­duality of God), ­padahal Allah SWT Maha Esa (al-Ahad/the One and Only). Dalam konsep moneistik, “Engkau adalah gambaran Dia” (thou art that), “segenap alam semesta ini adalah Dia” (all this universe is That). Yang Satu itu serba meliputi segala wujud (The One all-pervading Being), yang ada sesungguhnya tidak banyak melainkan hanya Satu/ESA (There are not many but only ONE).

Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (8): Perspektif Agama Budha (2)

Dalam Upanisad dikatakan: “Dia yang dikenal oleh orang yang mengenalnya tidak dengan pikikran. ... Jika engkau menga­takan: ”Aku mengenalnya dengan baik” maka engkau sesungguhnya tidak mengenal-Nya. ­Engkau hanya menganggap persepsi yang diciptakan Tuhan melalui kesadaran dirimu. ... Apa yang tidak dapat dipikirkan dengan akal, tetapi hanya melalui akal emikirkan: Kenalilah Dia sendiri dengan  atau melalui Tuhan. ... Itu bukan apa yang dipikirkan itu yang akan kita ketahui; Kita harus memngenali orang yang memikir. “Dia adalah diriku” inilah yang harus diketahui bahwa “Dia adalah diriku”.

Baca juga : Relasi Tuhan Dan Alam: Keberadaan Tuhan (7): Perspektif Agama Hindu (2)

Pemahaman semacam itu hanya bisa terjadi melalui pengalaman pribadi atau melalui ilmu hudhuri (knowledge by present), tidak bisa dengan analisis melalui deduksi akal (ilmu hushuli/knowledge by correspondent). Inilah yang disebut di dalam Upanisad:

Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (6): Perspektif Hindu (1)

Tidak bisa dilihat dengan mata, kata-kata tidak dapat menjelaskan-Nya. Dia tidak dapat di­ungkap­kan dengan perasaan, atau kete­gangan, atau penampilan ritualistis. Dengan kelembutan hati dan kesucian pikiran Dia dapat dilihat melalui kehe­ningan kontemplasi. Ketika sang arif menemui Yang Maha Esa ini kemudian menya­tukan dengan dirinya maka ia akan menjadi (menyatu) dengan segalanya. Apa yang khawatirkan dan apa yang dicemaskan tidak akan pernah menghampiri dirinya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.