Sebelumnya
Amran Sulaiman menghadapi “ancaman” serupa ketika menjabat Menteri Pertanian pada kabinet Jokowi periode pertama. Namun, Jokowi selalu mengingatkan Menteri Pertanian untuk mempertahankan swasembada beras. Kalau Pak Harto bisa, kenapa kita tidak bisa? Begitu pesan Jokowi kepada Amran.
Syahdan, tiada angin kencang, tiada ancaman panen yang jelek, suatu ketika seorang petinggi pemerintah tiba-tiba berceloteh bahwa Indonesia perlu impor 2 (dua) juta ton beras, masing-masing 1 juta ton dari Vietnam dan Thailand. Alasannya, untuk menjaga-jaga cuaca yang buruk dan konsumsi beras yang meningkat. Amran sekaku Menteri Pertanian ketika itu, berteriak menentang. “Kita belum perlu impor beras, karena produksi dalam negeri masih cukup dan panen masih normal”. Tarik-menarik antara 2 (dua) kubu ini pun berlangsung cukup keras, termasuk di media massa dan media sosial. Akhirnya, Amran mengalah.
Baca juga : Semua Benda Mempunyai Emosi: Pengantar
“Lho kenapa impor beras lagi, Pak Amran ?” tanya saya ketika itu. “Saya kalah Prof,” ia jawab apa adanya dengan wajah lesu. “Keputusan impor beras diam-diam berhasil diloloskan dalam Ratas bidang Perekonomian. Dan saya tidak mau ribut, Prof.”
Yang juga menolak keras impor beras ketika itu (sekitar tahun 2017) adalah Kabulog, Budi Waseso, dengan alasan mau disimpan di mana beras yang diimpor itu? Kabulog pusing tujuh keliling mencari Gudang untuk menyimpan 2 (dua) juta ton beras hasil impor dari Vietnam dan Thailand itu. Sampai-sampai setelah guyon ia mengatakan mungkin saya perlu membuang kelebihan beras itu ke laut. Berbagai kepala daerah, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah, tatkala itu terang-terangan menolak beras impor karena produksi di daerah mereka lebih dari cukup.
Baca juga : Masdalina Pane: Penyebaran Sudah Ada Di Komunitas
Amran Sulaiman oleh media sosial dilukiskan sebagai salah satu Menteri terkaya. Gaji pokoknya sekitar Rp 18,65 juta per bulan ditambah tunjangan operasional antara Rp 120-150 juta per bulan. Kekayaannya yang tercantum dalam laporan pajak mencapai Rp. puluhan miliar. Jangan heran atau curiga. Sebelum diangkat Mentan pada tahun 2014, Amran Sulaiman memang sudah kaya, kaya dari hasil beragam bisnis yang dijalankan bersama keluarganya.
Hal ini mungkin perlu diketahui masyarakat mengingat kasus dugaan korupsi yang menimpa Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (sudah diberhentikan) yang lagi “panas”, ditambah saling tuduh -menuduh antara SYL dan Ketua KPK terkait ancaman. Kasus kakap ini seyogianya diselesaikan oleh pengadilan secepatnya agar publik tahu kenapa seorang Menteri Pertanian dituding bisa “bermain” yang melibatkan dana triliunan rupiah. Sekaligus masyarakat pun perlu ikut mengawasi kinerja Amran Sulaiman agar tidak menyimpang, meski record pertamanya sebagai Mentan sangat bagus.
Baca juga : Asal Usul Alam Semesta Menurut Stephen Hawking
Oleh Presiden, Amran diminta meningkatkan produksi pangan, karena Indonesia pernah swasembada beras, jagung dan bawang merah selama 4 tahun hingga 2017.
Selamat bekerja kembali Pak Amran sebagai Menteri Pertanian! Semoga swasembada beras bisa kembali di negara kita.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.