BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (114)

Resakralisasi Alam Semesta: Awal Desakralisasi Alam Semesta (2)

Sabtu, 20 Januari 2024 05:30 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Manusia sewenang-wenang menggarap dan meng­eksploitasi alam melampaui batas daya dukung semestinya. Para pemikir fro desakralisasi ala mini mulai dikeritik habis-habisan. Para pemikir pasca modern mulai menggagas perlunya melakukan apa yang diistilahkan oleh S.H. Nasr dalam bukunya, “Resa­kralization of Nature” dan dalam karyanya yang lain “The Spiritual and Religious Dimensions of the Ivireron­mental Crisis”.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Awal Desakralisasi Alam Semesta (1)

Para pengeritik itu menyo­roti dari segi metodologi rasio­nal yang digunakan oleh pemi­kir fro-desakralisasi alam menga­lami kelemahan logika dan ­mereduksi berbagai fakta yang sebenarnya. Di samping itu ­meraka juga bertentangan ­dengan berbagai doktrin keagamaan secara universal yang menganggap alam semesta ini sebagai sebuah fenomena yang harus dibaca dan diindahkan.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (2)

Dalam pandangan saintis ­modern, terutama dengan munculnya apa yang saat ini popular dengan Artificial Intelligent (AI) sudah tak terbantahkan lagi bahwa alam semesta ini merupakan sebuah fenomena yang luar biasa, di luar dari perkiraan dan asumsi para saintis. Banyak bukti baru ditemukan bahwa ternyata ala mini bukanlah se­suatu yang betul-betul ­“benda mati” tetapi se­sungguhnya ­mereka memiliki energi yang hidup dan membuktikan dirinya untuk dapat dijadikan sebagai kekuatan yang perlu diperhatikan.

Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Memperbaharui Sistem Teologi (1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 20 Januari 2024 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (114), Resakralisasi Alam Semesta: Awal Desakralisasi Alam Semesta (2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense