Sebelumnya
Krisis pangan, khususnya krisis beras, mendorong sejumlah negara pengekspor beras menghentikan total ekspor berasnya, karena takut efek yang lama-kelamaan justru bisa menyeret mereka sendiri, negara-negara yang menghentikan ekspor berasnya antara lain India, Pakistan, Bangladesh,dan Kamboja. Yang mengerikan, negara-negara yang kelaparan kini makin bertambah, antara lain Yaman, Afghanistan, dan Sri Langka.
Bagaimana Indonesia? Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita yang hebat, beberapa hari yang lalu mengatakan, Indonesia sampai hari ini masih bagus, tapi tetap kita harus waspada, tetap harus menjaga APBN yang ketat, dalam arti spending harus dijaga seketat mungkin. Dalam wawancara eksklusif dengan sebuah stasiun televisi, Sri Mulyani tampak hampir menangis, karena beberapa pihak yang tidak mau menyadari situasi ekonomi dunia yang makin merosot.
Perang Rusia-Ukraina ikut memperburuk perekonomian dunia. Selama 3 tahun terakhir, harga beras dunia naik lebih dari 1%. 10 negara kini tercatat sebagai importir beras terbesar, yaitu RRT, Filipina, Nigeria, Irak, Sinegal, Malaysia, Saudi Arabia dan Vietnam.
Baca juga : Mekanisme Teknologi Pertanian
Yang unik adalah Vietnam, negara ini selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir beras terbesar di Asia Tenggara, kini berubah jadi importir beras!
Bagaimana produksi dan konsumsi beras Indonesia saat ini? Data dari BPS mencatat, produksi beras kita 2018 sebesar 34 juta ton, kebutuhan 30 juta ton, tahun 2019 produksi 31 juta, kebutuhan 28 juta, 2022 produksi 31 juta, kebutuhan 30 juta, tahun 2023 produksi dan kebutuhan seimbang, sama-sama 30 juta ton, tahun 2024 produksi 32 juta sedang kebutuhan 31 juta ton.
Dari data tersebut tampak sekali antara produksi dan konsumsi beras kita tidak menggembirakan. Kalau saja el-nino atau udata panas terus memanjang, rakyat Indonesia akan mengalami kesulitan dengan beras.
Baca juga : Firli Dan Rusaknya Pemberantasan Korupsi
Jalan keluarnya: apalagi kalau bukan impor beras, suatu kebijakan yang sejak awal tidak dikehendaki Jokowi dan Menteri Pertanian. Namun, jika situasi terpaksa bagaimana?
Apalagi dengan program makan siang dan susu gratis yang dicanangkan oleh salah satu Paslon, bahkan sudah dibahas dalam rapat kabinet minggu lalu? Program ini kabarnya bakal menelan anggaran sekian puluh triliun untuk mengempani 80 juta anak-anak sekolah.
Tampaknya, hal ini di luar tugas Menteri Pertanian Amran Sulaiman; Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun, sudah geleng-geleng kepala!!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.