Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Jika segalanya sudah terlepas dan kita seperti “telanjang” di hadapan Tuhan, maka kita dengan mudah juga akan bertawajjuh dan menyaksikan-Nya di mana pun kita berada melalui maujud dalam mana Ia memediakan dirinya. Inilah yang dimaksud dalam ayat: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah.
Baca juga : Makna Spiritual Simbol-simbol Haji (2)
Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah/2:115). Suasana batin yang seperti inilah membuat seseorang sering mengucapkan ungkapan teopany (syathahat), misalnya “Ka’bah itu ada di dahi kita”. Bagi orang awam dan asing dengan makna simbolis sulit menerima pernyataan tersebut karena segalanya akan diukur dengan logika atau legal formal. Akan tetapi orang-orang yang diberi kemuliaan Allah dalam wujud kesadaran spiritual tingkat tinggi, istilah-istilah seperti itu, bahkan lebih dari itu, bisa ia maklumi. Mereka sudah sadar bahwa Allah SWT itu serba meliputi (al-Muhith), tidak bisa kita bicara apapun tanpa melibatkan atau mengaitkan Tuhan di dalamnya.
Baca juga : Makna Spiritual Simbol-simbol Haji (1)
Dengan kata lain, apapun yang kita tangkap dengan panca indera, baik panca indera lahiriah maupun panca indera batiniah, sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dengannya. Mungkin dari sudut pandang inilah Ibnu ‘Arabi pernah mengatakan: “Jika engkau bicara soal ketakterbandingan, engkau telah membatasi. Jika engkau bicara soal kesempurnaan engkau juga membatasi. Jika engkau bicara soal keduanya, engkau tepat mengenai sasaran; engkau seorang pemimpin dan syekh dalam ilmu-ilmu makrifat”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.