Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Silaturrahim jelas bukan hanya untuk sesama umat Islam, tetapi juga lintas agama bahkan lintas primordial. Silaturrahim berarti menjalin tali kasih dengan siapa pun sesama makhluk Tuhan. Allah SWT mencontohkan dengan berdialog dengan Iblis dan memenuhi permintaannya untuk dipanjangkan umurnya sepanjang kehidupan umat manusia (QS Shad/ 38:75–85).
Ketika Rabi’ah Adawiyah ditanya, “Apakah engkau membenci Iblis?” Ia menjawab, “Cintaku sudah memenuhi seluruh ruang dalam diriku sehingga tidak ada lagi tempat untuk membenci siapa pun.” Bahkan dalam pengakuannya, Iblis menyatakan bahwa semua manusia akan tunduk kepadanya, “kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlashin” (illa min ‘ibadik al-mukhlashin).
Baca juga : Silaturrahim Dengan Diri Sendiri
Silaturrahim tidak dipilah atau dibedakan oleh atribut-atribut primordial manusia, seperti agama, ras, etnik, suku bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagainya. Al-Qur’an menegaskan, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam” (QS Al-Isra’/ 17:70). Tuhan tidak menggunakan redaksi “Allah memuliakan orang-orang Islam” (wa laqad karramna al-muslimin). Ini berarti siapa pun sebagai anak cucu Adam wajib dihormati sebagai manusia.
Al-Qur’an juga menggagas konsep ukhuwah imaniyah, yaitu persaudaraan orang-orang yang beriman. Al-Qur’an menyatakan, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah saudaramu” (QS Al-Hujurat/ 49:10).
Baca juga : Bersilaturahim dengan Makhluk Spiritual
Tuhan tidak mengatakan “sesungguhnya orang-orang Islam itu bersaudara” (innamal muslimin ikhwah). Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap orang-orang yang beriman. Adapun benar atau salahnya keimanan tersebut merupakan urusan Allah SWT.
Al-Qur’an juga menegaskan, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS Al-Hujurat/ 49:13).
Baca juga : Bersilaturrahim Dengan Binatang
Sehubungan dengan hal ini, menarik untuk menghayati kedalaman dan keluasan wawasan tokoh-tokoh NU yang menggagas sinergi tiga konsep ukhuwah dalam wadah NKRI, yaitu persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan keislaman (ukhuwah islamiyah). Tidak boleh salah satu konsep ukhuwah digunakan untuk merusak tatanan ukhuwah yang telah mapan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.