BREAKING NEWS
 

Berebut Komoditas Minyak Hastina

Selasa, 21 April 2026 07:44 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penutupan Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak dunia. Ekonomi global terganggu termasuk Indonesia. Sebagai negara pengimpor minyak, kenaikan harga minyak berpengaruh terhadap kebutuhan energi dalam negeri. Harga bahan bakar minyak mau tidak mau harus mengikuti harga pasar internasional. Di sisi lain, transisi energi diharapkan sebagai solusi ketahanan energi kita, justru tidak terdengar lagi gaungnya.

“Waktunya beralih ke mobil listrik, Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar hanya mesem tidak mau pusing urusan politik energi. Sebetulnya Romo Semar sedang bingung dengan rencana penghapusan insentif pajak mobil listrik.

Apalagi pengenaan pajak mobil listrik diserahkan kepada pemerintah daerah. Di saat kita sedang mencari solusi krisis energi, justru muncul kegaduhan baru dengan rencana penerapan pajak kendaraan listrik.

Baca juga : Kegagalan Diplomasi Damai Drupada

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan pisang rebus dan singkog bakar menambah nikmat sarapan pagi di padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, Kurawa berebut minyak Tala tinggalan Prabu Pandu Dewanata.

Kocap Kacarito, Prabu Pandu sebelum mangkat sudah memikirkan bagaimana menjaga pertahanan Hastina dalam menghadapi serangan musuh. Pandu sebagai raja Hastina mendapat hadiah pusaka dari Dewa Guru. Pusaka ampuh berwujud minyak Tala. Dewa Guru memberi minyak Tala kepada Pandu atas jasa-jasanya menumpas musuh para dewa di Khayangan.

Adsense

Khasiat minyak Tala yakni kalau dioleskan ke seluruh tubuh, maka tidak mempan terhadap serangan senjata tajam. Energi minyak Tala yang telah menyatu dengan tubuh, memberikan kekuatan dan kekebalan.

Baca juga : Hoaks Di Medan Perang Kurusetera

Pandu menitipkan minyak Tala kepada Drestarastra yang tak lain adalah kakak Pandu. Pandu berpesan untuk menyerahkan minyak Tala kepada anak-anaknya satria Pandawa setelah dewasa. Pandu ingin melihat anak-anaknya tumbuh dewasa dengan kesaktian minyak Tala.

Drestarasta bimbang untuk menyerahkan minyak Tala kepada Pandawa. Apalagi khasiat minyak Tala sangat ampuh. Drestarastra memiliki anak Kurawa yang berjumlah seratus orang. Timbul niat jahatnya untuk memberikan minyak Tala kepada anak-anaknya sendiri.

Drestarastra memanggil Patih Sengkuni dan Kurawa untuk berembug keampuhan minyak Tala. Kebetulan para Pandawa sedang pergi tidak berada di istana. Drestarastra ingin memberikan minyak Tala kepada Kurawa dan Patih Sengkuni.

Baca juga : Duryana Bimbang Maju Perang

Patih Sengkuni setuju minyak Tala diberikan kepada Kurawa. Dengan kekuatan minyak Tala , Kurawa dengan mudah dapat mengalahkan Pandawa dalam perang Baratayuda. Sengkuni melumuri sekujur tubuhnya dengan miyak Tala. Begitu pula Duryudana menyiram badannya dengan minyak sakti tersebut.

Walau sekujur badan Sengkuni dan Duryudana telah disiram minyak Tala, ada bagian yang tidak terkena minyak. Sengkuni tidak sempat memolesi bagian duburnya. Begitu pula Duryudana tidak melepas selendang yang menutupi paha kirinya. Kelak dalam perang Baratayuda, Sengkuni tewas duburnya ditusuk kuku Pancanaka Bima. Sedangkan Duryudana sampyuh oleh senjata gada milik Bima di bagian paha kirinya.

“Itulah kutukan minyak Tala, Mo," sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Jangan main-main dengan komoditas minyak,” jawab Romo Semar pendek. "Siapa yang berani menyelewengkan minyak untuk kepentingan dirinya, akan terkutuk seperti Sengkuni dan Duryudana,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense