Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kegaduhan global. Setelah berhasil mencaplok Venezuela, Trump ingin merebut Greenland dari kerajaan Denmark. Bagi sekutu yang berani menentang keinginan Trump akan dikenakan sanksi tarif 10 persen untuk setiap pengiriman barang ke Amerika. Selain kaya mineral, Greenland sangat strategis untuk sistim pertahanan Amerika, khususnya dalam menangkal ekpansi Rusia dan China di wilayah Arktik.
“Apa motivasi Trump merebut Greenland? Mungkin untuk mencari panggung geopolitik Mo?” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar mesem tidak serta merta mau menanggapi komentar Petruk. Romo Semar sedang prihatin dengan dampak anomali cuaca ekstrem belakangan ini. Tanah longsor dan banjir bandang terjadi di berbagai wilayah Nusantara. Mitigasi bencana dan kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah jatuhnya banyak korban.
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan pisang rebus dan singkong bakar merupakan menu kelangenan Padepokan Klampis Ireng. Rintik hujan sejak subuh belum ada tanda-tanda berhenti. Akibatnya terjadi genangan air di halaman belakang padepokan. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman Mahabarata. Di mana, Prabu Boma Narakasura berambisi untuk mencaplok wilayah Tunggorono.
Baca juga : Jarasanda Merusak Tatanan Dunia
Kocap kacarito. Awalnya Kadipaten Tunggorono merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Prenggondani. Tunggorono berada di perbatasan Kerajaan Prenggondani dan Trajutrisna. Tanahnya subur dan sangat strategis, sehingga banyak kerajaan ingin merebut wilayah tersebut. Termasuk Kerajaan Trajutrisna yang ingin menguasai Tunggorono.
Gatotkaca adalah penerus kerajaan Pringgondani. Gatotkaca merupakan anak Bima dari perkawinannya dengan Dewi Arimbi. Sebetulnya Gatotkaca sudah legowo dan tidak mempermasalahkan lagi wilayah Tunggorono.
Konflik Tunggorono berawal saat Adipati Kahana pemimpin Tunggorono ingin melepaskan diri dari cengkeraman Kerajaan Trajutrisna. Boma Narakasura sebagai raja Trajutrisna bertindak sewenang-wenang terhadap Tunggorono. Adipati Kahana minta perlindungan Gatotkaca. Tunggorono ingin kembali bergabung dengan kerajaan Pringgondani.
Baca juga : Gaduh Sabotase Jembatan Situbondo
Boma Narakasura merupakan anak Prabu Kresna dari perkawinan nya dengan Dewi Pertiwi. Boma marah mendengar kabar Tunggorono ingin bergabung kembali dengan Pringgondani. Boma Narakasura mengirim pasukan untuk menyerang Prenggondani.
Boma Narakasura dan Gatotkaca terlibat perang terbuka untuk memperebutkan Tunggorono.Untuk mencegah jatuhnya banyak korban, dalam pertempuran tidak boleh ada yang membantu. Siapa yang menang berhak atas wilayah Tunggorono.
Namun, Boma Narakasura berbuat curang dalam pertempuran tersebut. Patih Pancatnyana terang-terangan membantu Boma dari belakang. Para Pandawa khususnya Bima tidak terima dengan kelakuan Pancatnyana. Sehingga pertempuran melebar dan melibatkan Amarta dan Dwarawati.
Baca juga : Keteladanan Ki Ageng Pandanaran
“Lalu hubungannya apa Tung- gorono dengan Greenland, Mo?” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Keduanya sama-sama memiliki nilai strategis,” jawab Romo Semar pendek. “Penyelesain sebuah konflik sebetulnya sebagai ukuran dan ketegasan seorang pemimpin. Kalau mau melihat sukses tidaknya seorang pemimpin, lihatlah saat menghadapi sebuah konflik,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.