Dark/Light Mode

Perebutan Wilayah Otonom Tunggorono

Selasa, 20 Januari 2026 07:40 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kegaduhan global. Setelah berhasil mencaplok Venezuela, Trump ingin merebut Greenland dari kerajaan Denmark. Bagi sekutu yang berani menentang keinginan Trump akan dikenakan sanksi tarif 10 persen untuk setiap pengiriman barang ke Amerika. Selain kaya mineral, Greenland sangat strategis untuk sistim pertahanan Amerika, khususnya dalam menangkal ekpansi Rusia dan China di wilayah Arktik.

“Apa motivasi Trump merebut Greenland? Mungkin untuk mencari panggung geopolitik Mo?” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar mesem tidak serta merta mau menanggapi komentar Petruk. Romo Semar sedang prihatin dengan dampak anomali cuaca ekstrem belakangan ini. Tanah longsor dan banjir bandang terjadi di berbagai wilayah Nusantara. Mitigasi bencana dan kewaspadaan perlu ditingkatkan untuk mencegah jatuhnya banyak korban.

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan pisang rebus dan singkong bakar merupakan menu kelangenan Padepokan Klampis Ireng. Rintik hujan sejak subuh belum ada tanda-tanda berhenti. Akibatnya terjadi genangan air di halaman belakang padepokan. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman Mahabarata. Di mana, Prabu Boma Narakasura berambisi untuk mencaplok wilayah Tunggorono.

Baca juga : Jarasanda Merusak Tatanan Dunia

Kocap kacarito. Awalnya Kadipaten Tunggorono merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Prenggondani. Tunggorono berada di perbatasan Kerajaan Prenggondani dan Trajutrisna. Tanahnya subur dan sangat strategis, sehingga banyak kerajaan ingin merebut wilayah tersebut. Termasuk Kerajaan Trajutrisna yang ingin menguasai Tunggorono.

Gatotkaca adalah penerus kerajaan Pringgondani. Gatotkaca merupakan anak Bima dari perkawinannya dengan Dewi Arimbi. Sebetulnya Gatotkaca sudah legowo dan tidak mempermasalahkan lagi wilayah Tunggorono.

Konflik Tunggorono berawal saat Adipati Kahana pemimpin Tunggorono ingin melepaskan diri dari cengkeraman Kerajaan Trajutrisna. Boma Narakasura sebagai raja Trajutrisna bertindak sewenang-wenang terhadap Tunggorono. Adipati Kahana minta perlindungan Gatotkaca. Tunggorono ingin kembali bergabung dengan kerajaan Pringgondani.

Baca juga : Gaduh Sabotase Jembatan Situbondo

Boma Narakasura merupakan anak Prabu Kresna dari perkawinan nya dengan Dewi Pertiwi. Boma marah mendengar kabar Tunggorono ingin bergabung kembali dengan Pringgondani. Boma Narakasura mengirim pasukan untuk menyerang Prenggondani.

Boma Narakasura dan Gatotkaca terlibat perang terbuka untuk memperebutkan Tunggorono.Untuk mencegah jatuhnya banyak korban, dalam pertempuran tidak boleh ada yang membantu. Siapa yang menang berhak atas wilayah Tunggorono.

Namun, Boma Narakasura berbuat curang dalam pertempuran tersebut. Patih Pancatnyana terang-terangan membantu Boma dari belakang. Para Pandawa khususnya Bima tidak terima dengan kelakuan Pancatnyana. Sehingga pertempuran melebar dan melibatkan Amarta dan Dwarawati.

Baca juga : Keteladanan Ki Ageng Pandanaran

“Lalu hubungannya apa Tung- gorono dengan Greenland, Mo?” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Keduanya sama-sama memiliki nilai strategis,” jawab Romo Semar pendek. “Penyelesain sebuah konflik sebetulnya sebagai ukuran dan ketegasan seorang pemimpin. Kalau mau melihat sukses tidaknya seorang pemimpin, lihatlah saat menghadapi sebuah konflik,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.