BREAKING NEWS
 

Memahami Simbol-Simbol Haji (4)

Ka’bah

Jumat, 8 Mei 2026 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ka’bah adalah salah satu simbol utama ibadah haji dan umrah. Bangunan suci berbentuk kubus dengan tinggi sekitar 11,03 meter serta ukuran sisi 11,03 m x 12,62 m yang terletak di tengah Masjidil Haram ini masih menyimpan banyak misteri.

Banyak orang penasaran ingin mengetahui bagaimana bagian dalam Ka’bah, yang menjadi kiblat peribadatan umat Islam sedunia.

Apakah di dalamnya terdapat bangunan antik, benda-benda bersejarah, makam, atau benda-benda lain yang asing bagi dunia manusia? Mengapa pintunya terbuat dari emas? Mengapa tidak dibuka setiap saat dan hanya dibuka pada kesempatan tertentu? Apakah ada dalil yang melarang membuka atau mengungkap isi Ka’bah?

Sebenarnya, bagian dalam Ka’bah tidak berisi apa-apa selain sebuah meja kecil setinggi lutut yang digunakan sebagai tempat lampu rechargeable untuk menerangi ruangan yang gelap.

Baca juga : Makna Kejatuhan Adam-Hawa Ke Bumi

Di dalamnya tidak terdapat AC ataupun kipas angin. Satu-satunya ventilasi udara hanyalah pintu ketika sedang dibuka. Tidak ada barang antik, lukisan, ukiran, ataupun kesan mewah di dalamnya. Justru di tengah kehampaan itu—tidak ada apa-apa selain ruang kosong—membuat diri kita semakin merinding.

Di dalam Ka’bah, kita dapat melaksanakan salat menghadap ke semua penjuru mata angin. Kita bisa salat menghadap ke sekeliling tembok. Di sinilah letak keagungan Ka’bah: di tengah kekosongannya, kita diajak mengosongkan diri sebagaimana kosongnya bagian dalam Ka’bah. Tidak adanya kesan mewah di dalamnya memberi pesan tentang pentingnya menanggalkan segala kemewahan duniawi ketika menghadap ke hadirat Allah SWT.

Adsense

Seandainya terdapat benda-benda sakral atau benda lain yang dapat menarik perhatian pengunjung, tentu hal itu akan mengganggu kekhusyukan orang yang berada di dalamnya. Perhatian mereka pasti akan teralihkan kepada bangunan atau benda-benda tersebut.

Sebagaimana telah disinggung dalam artikel terdahulu, Ka’bah pertama kali dibangun atas permintaan Adam dan Hawa ketika keduanya baru saja diturunkan ke bumi—bumi penderitaan—dari surga kenikmatan sebagai akibat pelanggaran terhadap perintah Allah untuk tidak mendekati buah terlarang. Ka’bah dibangun sebagai miniatur Baitul Makmur, sedangkan Baitul Makmur sendiri merupakan miniatur ‘Arasy, istana Tuhan.

Baca juga : Drama Kosmos

Ka’bah dibangun di Makkah oleh para malaikat atas perintah Tuhan untuk memenuhi permohonan Adam dan Hawa agar dibangunkan rumah pertobatan di bumi.

Adam dan Hawa mengenal fungsi rumah pertobatan ketika keduanya bersama para malaikat melakukan tawaf di Baitul Makmur. Sebagaimana diketahui, para malaikat pernah merasa berjarak dengan Tuhan ketika mempertanyakan kebijakan-Nya tentang rencana penciptaan manusia dalam QS Al-Baqarah/2:30.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan-Mu?’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”

Menanggapi firman Tuhan tersebut, para malaikat menyesali kelancangannya karena telah mempertanyakan kebijakan Tuhan. Mereka kemudian bertawaf mengelilingi ‘Arasy selama berhari-hari sambil menangis dan memohon ampun.

Baca juga : Pengantar

Pada suatu ketika, Tuhan menyapa para malaikat dan meminta mereka berpindah ke Baitul Makmur, miniatur ‘Arasy yang dibangun di bawah ‘Arasy. Di situlah nenek moyang manusia, Adam dan Hawa, ikut bertawaf bersama para malaikat dan jin.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Jumat, 8 Mei 2026 dengan judul "Memahami Simbol-Simbol Haji (4) Ka’bah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense