BREAKING NEWS
 

Menyikapi Era Multiple Shock (1)

Rabu, 24 Juni 2020 08:38 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Fenomena kehidupan spiritual di masa depan cenderung semakin menyempal. Ini disebabkan oleh semakin luasnya potensi kekecewaan batin di dalam lingkungan kehidupan modern dan bermunculannya kelompok-kelompok pengajian plus. Seolah-olah masa depan itu datang lebih cepat melampaui kecepatan umat mempersiapkan diri. Akibatnya multiple shock sedang melanda umat kita.

Bukan hanya cultural shock seperti yang pernah dibayangkan Alfin Toffler dalam karya monumentalnya, The Future Shock. Tidak saja terjadi di dalam umat Islam melainkan juga umatumat agama lain. Seolah-olah beberapa institusi dan pranata formal keagamaan yang sekian lama hidup di masyarakat dirasakan pemeluknya sudah termakan usia.

Baca juga : Saatnya Kita Lebih Dekat Kepada Tuhan (2)

Dengan demikian, terjadi jarak antara ajaran agama dan kecenderungan isi hati dan jalan pikiran pemeluknya. Fenomena seperti ini berpotensi melahirkan sejumlah kekecewaan. Yang perlu dicermati, jangan sampai kekecewaan itu ditempiaskan ke dalam bentuk kegiatan-kegiatan radikal, yang seolah-olah akan berusaha membendung arus zaman.

Adsense

Maraknya terorisme dan kegiatankegiatan anarkisme yang bertema agama di sekeliling kita, boleh jadi bagian inheren dari kekecewaan massif tadi. Clifford Geertz dalam bukunya “Islam Observed” pernah mengingatkan kita bahwa manakala pemeluk dan ajaran agama sudah mulai berjarak, maka akan lahir situasi yang gamang.

Baca juga : Saatnya Kita Lebih Dekat Kepada Tuhan (1)

Fenomena ini, menurut Geertz, akan melahirkan polarisasi di dalam masyarakat yang cenderung berhadap-hadapan satu sama lain. Akan muncul suatu kelompok moderat bahkan liberal, yang akan mengakomodasi dan memberikan pembenaran keagamaan terhadap perkembangan dunia modern, dengan menciptakan metode-motode modern, di antaranya pendekatan kontekstual, atau metode hermeneutik.

Ayat-ayat dan hadis direkayasa sedemikian rupa untuk menjastifikasi kehendak zaman. Kelompok ini sepertinya sudah pasrah dengan kehendak zaman.

Baca juga : Berterima Kasih Kepada Hawa dan Maryam (2)

Akhirnya seolah-olah Al-Qur’an dan hadis yang harus tunduk kepada zaman modern, buakan lagi Al-Qur’an dan hadis yang harus memandu perkembangan zaman. Pada saat bersamaan akan muncul kelompok radikal yang seolah-olah ingin menolak kenyataan hidup yang terlalu asing bagi mereka. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense