BREAKING NEWS
 

Meneguhkan Budaya Di Balik Bahasa (1)

Senin, 25 Oktober 2021 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Secara antropologis, masyarakat maritim cenderung mempunyai bahasa yang egaliter. Sedangkan masyarakat daratan atau pedalaman cenderung mempunyai bahasa yang bertingkat-tingkat atau berkasta-kasta (stratified). Tentu keduanya memiliki keunggulannya masing-masing.

Baca juga : Tantangan Pesantren Di Masa Depan

Persoalannya ialah kedua komunitas saling tidak memahami filosofi dan budaya bahasa satu sama lain. Akibatnya, sering terjadi kekeliruan pemahaman bahasa satu sama lain. Contohnya, semua Kitab samawi diturunkan di dalam masyarakat daratan (kontinental). Begitu tiba ke Indonesia, di masyarakat maritim, sering kali keliru kaprah (untuk tidak mengatakan salah kaprah).

Baca juga : Membaca Tren Kelas Menengah Kaum Santri

Seorang pembaca teks klasik harus mampu masuk ke dalam lorong masa silam, seolah-olah sezaman dan akrab dengan sang penulis teks, memahami kondisi objektif geografis dan latar belakang sosial budayanya, karena setiap penulis teks adalah anak zamannya.(*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense