BREAKING NEWS
 

Tumpulnya Nurani Duryudana

Senin, 25 Oktober 2021 06:33 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang Baratayuda tidak akan terjadi seandainya Prabu Duryudana mau mendengarkan hati nuraninya. Prabu Duryudana juga tidak mau mendengarkan saran dan masukan Prabu Kresna yang dianggap sebagai pihak oposisi membela kepentingan Pandawa. Termasuk juga saran dari Resi Bisma sebagai tetua kerajaan. Sementara, Pandita Durna mewakili akademisi tidak bernyali untuk menyuarakan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama ini.

“Apakah Prabu Duryudana masih memiliki hati nurani, Mo?” celetuk Petruk serius. Romo Semar tidak mau menanggapi keluhan anaknya, Petruk. Semar sedang serius membaca laporan Bank Dunia tentang perlunya badan internasional tersebut mereformasi diri untuk menghadapi era transparansi baru. Pengelolaan dana harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Hal ini untuk mencegah terjadinya kontroversi dalam menyalurkan dana ke negara-negara anggota.

Baca juga : Berdirinya Padepokan Sokalimo

Kopi pahit dan pisang rebus selalu setia menemani pagi yang dingin setelah semalam diguyur hujan. Bau tanah basah akibat curahan air hujan membuktikan bahwa negeri ini gemah ripah loh jinawe. Semar flashback ke zaman Mahabarata ketika Prabu Kresna sebagai duta pamungkas untuk mengurungkan perang Baratayuda.

Kocap kacarito, rapat klan Pandawa dipimpin Prabu Matswapati menunjuk Prabu Kresna sebagai duta Pandawa untuk meminta kembali separuh Hastina dan Amarta kepada Prabu Duryudana. Sesuai perjanjian, setelah para Pandawa kalah main dadu kerajaan Amarta beserta isinya diserahkan kepada Kurawa sebagai taruhan. Pandawa harus hidup di tengah hutan selama dua belas tahun. Ditambah hukuman satu tahun menyamar sebagai sudera jelata. Jika dalam penyamaran diketahui pihak Kurawa. Maka hukuman Pandawa harus diulang lagi dua belas tahun kembali ke hutan.

Adsense

Baca juga : Resesi Pascapandemi

Pandawa berhasil menyelesaikan hukuman dua belas tahun dan satu tahun sebagai rakyat jelata. Maka, sesuai perjanjian separuh kerajaan Hastina dan Amarta harus diserahkan kembali ke Pandawa. Dua duta Pandawa sebelumnya yakni Prabu Drupada dan Dewi Kunti menghadap Prabu Duryudana untuk menagih janji. Tapi, keduanya gagal total untuk meminta kembali hak-haknya Pandawa. Bahkan kedua utusan adil tersebut dipermalukan di persidangan agung.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense