Sebelumnya
FloNadayang mengungkapkan, pada akhir tahun lalu tetangganya mudik ke rumah orangtuanya. “Orang itu kalau mudik pasti bawa virus. Balik ke sini swab PCR positif, tiga keluarga sekaligus isolasi mandiri,” ungkapnya.
“Mungkin ada yang mikir, yaelah mudik mah mudik aja ribet banget. Hey! di rumah kita bakal ketemu orangtua yang kita juga nggak tahu kondisi imunnya gimana. Mungkin gue sehat tapi kalo bawa virus ya bisa jadi bahaya buat orangtua,” tutur Lululfah.
Baca juga : 166 Ribu Polisi Disiagakan
AlbertSolo2 mengatakan, bersilaturahmi tidak harus saling mengunjungi. Kata dia, jika sayang keluarga di kampung halaman, tidak mudik saat ini lebih baik.
“Negara kita masih tinggi kasus Covid- 19-nya guys. Silaturahmi lewat virtual dulu guys,” katanya.
Baca juga : Bencana Alam Jangan Jadi Bencana Corona
HamidAl28812136 mengingatkan, terlepas kontroversi mudik Lebaran di tengah Covid-19, jangan lupakan hak orangtua terhadap anak. Orang tua juga merindukan anak-anak, apalagi anak-anak sudah berumah tangga dan tinggal jauh. “Kalau pun tak boleh pulang, hantarlah pesan/telepon,” sarannya.
Lina_surbakti meminta semua orang mengurungkan niatnya untuk mudik tahun ini. Kata dia, saat ini kita sudah banyak kehilangan.
Baca juga : Penyandang Disabilitas Layak Dapat Kesetaraan Vaksinasi
“Jangan sampai orang yang kita sayangi pergi karena keegoisan kita sendiri. Mari bangun kesadaran untuk dapat memahami kenapa mudik dilarang,” katanya.
Yantialif2 menegaskan, publik harus sabar untuk menahan keinginan mudik ke kampung halaman. Kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. “Menjaga pertumbuhan ekonomi kita terus bergerak ke arah positif,” ungkap yantialif2. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.