BREAKING NEWS
 

Please, Jangan Termakan Hoax Pemakaian Masker, Ini 3 Penjelasannya

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 18 April 2021 11:37 WIB
Warga di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat antre takjil dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Soal ini, Adam menjelaskan, memakai masker memang bisa menyebabkan penurunan aliran udara. Sehingga, meningkatkan akumulasi CO2 di dalam masker. Ini bisa menyebabkan gejala ringan berupa nyeri kepala, pusing, lelah, dan tidak nyaman bernapas.

"Tapi, itu tak sampai menyebabkan hiperkapnia atau peningkatan karbondioksida dalam darah secara signifikan, pada anak berusia lebih dari 2 tahun dan orang dewasa sehat," papar Adam.

Baca juga : Wagub Jabar Ingatkan Perusahaan Bayar THR Karyawan

Untuk orang-orang yang memiliki penyakit saluran napas kronik seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), Adam mengimbau agar segera berkonsultasi dengan dokter.

"Penggunaan masker dapat meningkatkan resistensi aliran udara, yang tidak bermasalah bagi orang sehat. Tapi, bisa menimbulkan keluhan atau perburukan, bagi orang yang memiliki penyakit saluran napas kronis," papar Adam.

Baca juga : PSSI Berkolaborasi Dengan FITCO, Hadirkan Layanan Makanan Sehat

Jenis masker yang memberikan perlindungan tertinggi terhadap penyebaran droplet adalah masker N95. Daya proteksinya nyaris 100 persen. Sementara masker bedah, 90 persen. Sedangkan masker kain, lebih dari 50 persen.

Pemakaian masker medis dan masker kain juga disarankan, dengan penggunaan masker medis di dalam dan masker kain di luar.

Baca juga : Asal Penuhi Syarat, 5 Kriteria Ini Boleh Lakukan Perjalanan

Pemakaian masker dobel dapat membuat kita lebih terlindungi, karena masker kain dapat menutup celah pada wajah. Di samping dapat meningkatkan filtrasi masker. Sehingga, lebih banyak droplet mengandung virus yang disaring masker.

"Masker yang dipakai dengan benar oleh 65 persen penduduk di suatu wilayah, dapat menurunkan risiko penularan Covid," tandas Adam. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense