BREAKING NEWS
 

Rela Berdesakan Demi Migor Murah

Emak-emak Antre Dari Pukul 4 Subuh

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Rabu, 9 Maret 2022 09:00 WIB
Warga antre menukarkan kuponnya untuk membeli minyak goreng dalam operasi pasar minyak goreng di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (7/3/2022). Operasi pasar tersebut untuk membantu warga dalam mendapatkan minyak goreng seusai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa).

 Sebelumnya 
Jangan Nimbun

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengimbau, warga membeli migor secukupnya. Sesuai kebutuhan. Sebab, hingga saat ini masih ada pembatasan kuota pembelian terhadap komoditas itu. “Warga sebaiknya tidak membeli migor untuk stok. Kalau semua warga nyetok di rumah, waduh repot ya,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (7/3).

Baca juga : Keliling Pasar Nglorok, Ibas Dicurhatin Emak-emak Harga Sembako Mahal

Riza meminta, masyarakat memahami bahwa pembelian migor harus dibatasi. “Kenapa harus dibatasi, supaya tidak terjadi penumpukan juga ya,” ucapnya. Dia menyebut, Pemerintah Pusat berusaha maksimal menghadirkan dan memastikan ketersediaan migor. “Alhamdulillah bertahap, kita lihat minyak goreng sudah bisa dipenuhi sekalipun harus dibatasi,” katanya.

Adsense

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini memastikan ketersedian migor aman menjelang Ramadan. “Kami dan Pemerintah Pusat sudah berupaya menghadirkan dan memastikan ketersediaan minyak goreng,” ujarnya. Agar tidak terjadi penimbunan, Riza meminta aparat hukum untuk menindak tegas para penimbun. “Khususnya, para pengusaha yang ingin meraup keuntungan dalam kesempitan ini,” katanya.

Baca juga : Pemerintah Berupaya Selesaikan Masalah Minyak Goreng Dari Hulu-Hilir

Hasil survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, sebagian besar toko yang ada di wilayah Jakarta dan Bekasi tidak memiliki stok migor. Staf Bidang Penelitian YLKI, Niti Emil mengatakan, dari 30 toko yang disurvei, terdapat 57 persen atau 17 toko yang tidak memiliki stok minyak goreng. “Baik harga yang bersubsidi maupun harga yang masih mahal,” ujar Niti di acara Press Birefing YLKI tentang Advokasi Minyak Goreng secara virtual, beberapa waktu lalu.

Hasil survei juga menunjukkan, 30 persen atau 9 toko tidak memiliki ketersediaan minyak goreng yang tidak bersubsidi. Artinya, harganya masih tinggi. Kemudian, terdapat 10 persen atau 3 toko memiliki ketersediaan minyak goreng bersubsidi serta satu toko yang menyediakan minyak goreng dengan harga subsidi dan tidak bersubsidi.

Baca juga : Migor Rp 14.000, Tambah Lagi Pak

YLKI juga melakukan survei tentang kesesuaian harga minyak dengan harga subsidi Pemerintah. Hasilnya, 69 persen atau 9 toko yang disurvei harganya di atas standar. “Ini berarti di pasaran harganya melebihi harga yang diberikan subsidi pemerintah,” kata Niti.

Selanjutnya, terdapat 15 persen atau dua toko yang menjual minyak goreng dengan harga sesuai standar Pemerintah. Kemudian, ada dua toko dengan persentase masing-masing 8 persen yang menjual harga sesuai dan di atas standar serta harga di bawah standar. “Berdasarkan penemuan kami itu, rata-rata harga minyak di pasaran Rp 16.171 per liter.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense