Sebelumnya
Aziz juga mengajak seluruh masyarakat membiasakan diri hidup sehat dan mengoptimalkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Ayo semua sama-sama kita jaga rumah kita supaya bersih agar keluarga kita terbebas dari DBD,” ajaknya.
Selain imbauan kepada masyarakat, Aziz berharap Dinkes DKI Jakarta menyiapkan tenaga kesehatan (nakes), obat dan kamar rawat inap.
Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD.
Baca juga : Setan Merah Bersiap Perpanjang Kontrak Wan-Bissaka
“Saya berharap seluruh rumah sakit di Jakarta harus bisa menampung saudara kita apabila ada yang terkena DBD,” ujarnya.
Kepala Seksi Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Tamansari Ngabila Salama menyampaikan, DBD merupakan penyakit endemis yang terus ada dan bertahan di Jakarta. Bahkan, DBD memiliki pola jumlah kasus yang sama setiap tahun.
Ngabila mengungkapkan, kasus DBD mulai meningkat pada setiap Desember dan akan mengalami puncak di April, sebelum akhirnya menurun kembali.
“Saat ini sudah memasuki musim penghujan bahkan diprediksi curah hujan yang lebat. Untuk itu, warga Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini akan timbulnya potensi DBD,” kata Ngabila.
Baca juga : Alam Ganjar Tampung Curhatan Dan Aspirasi Petani Dan Peternak Di Tabanan Bali
Staf teknis komunikasi transformasi kesehatan Kementerian Kesehatan menjelaskan, keparahan DBD mayoritas terjadi pada usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Karena itu, penting menjaga imunitas diri serta kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit DBD. Tak hanya 3M, mencegah DBD juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan menyemprot rumah dengan menggunakan cairan pengusir nyamuk.
“Dengan menyemprot rumah atau memakai repellent pada pagi dan sore hari. Bisa juga memelihara ikan dan tanaman yang dibenci nyamuk seperti sereh dan lavender,” ujar Ngabila.
Untuk mencegah keparahan, Ngabila mengimbau masyarakat memeriksakan diri jika mengalami sakit agar dilakukan pemeriksaan darah lengkap atau pemeriksaan cepat DBD NS1 untuk mendiagnosis DBD secara cepat.
Baca juga : Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Kanker
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 14/1/2024 dengan judul Tangkis Serangan Nyamuk Aedes Aegypti, Perlunya Deteksi Dini Kasus DBD Di Jakarta
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.