Sebelumnya
Diungkap Joko, pihaknya menemukan satu alamat rumah di Jakarta dihuni oleh 13-15 KK.
“Jadi mereka gantian tinggal di rumah tersebut. Ini luar biasa dan mungkin tidak terjadi di daerah lain,” bebernya.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin menuturkan, banyaknya warga luar kota memiliki KTP dan KK Jakarta, karena memanfaatkan kemudahan layanan administrasi kependudukan di Ibu Kota.
Baca juga : Rossoneri Gigit Jari
Dijelaskannya, warga yang ingin mengajukan KTP dan KK, cukup membawa Surat Kete rangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) atau surat penjamin untuk menumpang alamat di Jakarta. Nah, surat penjamin tersebut sangat mudah dipalsukan.
“Pak Gubernur menemukan di satu alamat di Jakarta Utara, di satu rumah terdapat 20 KK,” ujarnya.
Dengan memiliki KTP dan KK Jakarta, mereka pun menikmati aset-aset dan mendapatkan bansos dari Pemprov DKI Jakarta. Seperti bansos sandang pangan senilai Rp 250.000 per bulan dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) senilai Rp 250.000-Rp 300.000 per bulan.
Baca juga : Indonesia Nihil Gelar
“Kalau anaknya tiga, dia sudah dapat Rp 750.000, bel sandang pangannya, dapat Rp 1 juta. Begitu baiknya Jakarta. Dan akibatnya banyak tantangan muncul,” imbuhnya.
Tantangan tersebut seperti kemacetan, polusi udara, penurunan muka tanah, pengangguran dan sampah. Karena itu, ditekankan Budi, penataan Jakarta menuju kota global kuncinya di penataan dan penertiban dokumen kependudukan.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 20 Mei 2024 dengan judul Salah Satu Pemicu Bansos Salah Sasaran, Jakarta Dihuni 3 Juta Penduduk “Siluman”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.