BREAKING NEWS
 

Siapkan Anggaran Rp 249 Miliar

Pram Pastikan Segera Pugar 4 Sekolah Rusak

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : DAUD FADILLAH
Minggu, 26 Juli 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau SDN KLS 09, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.id)

 Sebelumnya 
Total anggaran yang disiapkan untuk pembangunan empat sekolah tersebut, sekitar Rp 249 miliar. “Besok akan dirapatkan kembali. Akan ditunjuk tim teknisnya, siapa yang mengawasi, dan sebagainya,” imbuhnya. 

Ia berharap, langkah tersebut dapat mempercepat perbaikan sekolah-sekolah yang kondisinya sudah tidak layak digunakan, meskipun Pemprov DKI tengah menghadapi keterbatasan anggaran, akibat kebijakan efisiensi. 

“Saya tidak mau pembangunan yang tidak gampang ini, dikerjakan tidak sungguh-sungguh,” tutup Pram. 

Selama menunggu SDN 09 selesai dibangun, siswa-siswi SD tersebut tetap menjalani proses belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Yakni, siang hari, setelah para murid SDN 11 pulang. 

Baca juga : Tanjung Verde Bangkitkan Spanyol

SDN KLS 09 ambruk saat warga sekolah libur karena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November 2024. Atau, sekitar 1 tahun 8 bulan lalu. 

Berdasarkan laporan fotografer RM pada Selasa (21/7/2026), bangunan sekolah ini terbengkalai tanpa ada tanda-tanda perbaikan. Apalagi, pembangunan ulang. 

Dalam salah satu foto, tampak dua ibu murid menengok kelas-kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan. 

Dalam foto lain, kerangka langit-langit kelas masih menimpa meja-meja murid. Material atap yang ambruk, seperti pecahan langit-langit dan genteng, masih berserakan di lantai, bangku, meja para siswa dan guru. 

Baca juga : Formula 1 Hungaria, Mercedes Waspadai Toto Wolff Tim Kuda Jingkrak

Cahaya matahari masuk dari atap yang sudah ambruk itu. Tentu saja, selama hampir dua tahun ini, air hujan pun masuk ke dalam kelas-kelas tersebut. Sehingga, banyak meja yang keropos tergerus air, hingga akhirnya ambruk ke lantai. 

Sebuah topi SD lusuh, bertengger di sebuah meja murid yang berdebu, di dalam sebuah kelas. Topi itu bersanding dengan pecahan internit (langit-langit) kelas. 

Seperti topi murid itu, cat dinding kelas ini pun sudah kusam. Tulisan KLS (Kelas) II A masih menempel di atas pintu kelas tersebut. 

Tulisan lain yang masih menempel di depan kelas, “Ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh. Agama tanpa ilmu pengetahuan buta”. 

Baca juga : Candaan Presiden: Kalau 3 Kancil Bersatu, Repot…

Ada juga beberapa kelas yang atapnya tidak ambruk. Namun, demi keselamatan warga sekolah, semua kelas tidak digunakan lagi hingga diperbaiki atau dibangun ulang. [RAA/PUT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense