Dark/Light Mode

Tanjung Verde Bangkitkan Spanyol

Minggu, 26 Juli 2026 06:20 WIB
Spanyol bangkit setelah ditahan Tanjung Verde 0-0. (Foto: Instagram/sefutbol)
Spanyol bangkit setelah ditahan Tanjung Verde 0-0. (Foto: Instagram/sefutbol)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari sekian banyak tim hebat, hanya Tanjung Verde yang sanggup meredam Spanyol. Konsep Piala Dunia yang berbeda bagi sang jawara Eropa.

Spanyol menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan cara yang nyaris sempurna. La Fu ria Roja berhasil merebut gelar juara dunia kedua dalam sejarah setelah mengalahkan Argentina 1-0. 

Kesuksesan itu dibangun lewat performa luar biasa sepanjang turnamen. Spanyol tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan, membukukan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang. Lebih impresif lagi, tim asuhan Luis de la Fuente hanya kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026. 

Baca juga : Formula 1 Hungaria, Mercedes Waspadai Toto Wolff Tim Kuda Jingkrak

Perjalanan Spanyol menuju tangga juara juga tidak mudah. Mereka harus melewati lawan-lawan tangguh, seperti Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Prancis bersama Kylian Mbappe, hingga Argentina yang dipimpin Lionel Messi di partai final. 

Namun, satu-satunya tim yang mampu menghentikan laju kemenangan Spanyol justru datang dari debutan Piala Dunia, Tanjung Verde. Pada laga pembuka Grup E, Spanyol dipaksa bermain imbang tanpa gol. 

Dalam pertandingan tersebut, Spanyol tampil dominan dengan mencatatkan 74 persen penguasaan bola dan melepaskan 23 tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang. Meski begitu, penampilan gemilang kiper Tanjung Verde, Vozinha, membuat Lamine Yamal dan kolega frustrasi hingga laga berakhir 0-0. 

Baca juga : Candaan Presiden: Kalau 3 Kancil Bersatu, Repot…

Pelatih Luis de la Fuente mengaku hasil imbang melawan Tanjung Verde menjadi momen penting yang mengubah mentalitas timnya sepanjang turnamen. 

“Tanjung Verde membawa kami kembali ke kenyataan dan mengingatkan kami akan tantangan yang kami hadapi. Konsep Piala Dunia benar-benar berbeda dengan Piala Eropa,” ujar De la Fuente. 

Menurutnya, pertandingan itu membuat para pemain sadar bahwa setiap laga di Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, terlepas dari status lawan. 

Baca juga : Dimediasi Irak, Iran Tolak Damai dengan Amerika

Ia juga menilai kemenangan-kemenangan berikutnya menunjukkan perkembangan mental para pemainnya. 

“Melawan Arab Saudi kami belajar untuk tetap tenang dan percaya pada kemampuan sendiri. Kemudian saat menghadapi Uruguay, saya ingin menyoroti kedewasaan tim dan bagaimana kami tidak terjebak dalam permainan mereka. Kami menunjukkan ketenangan sekaligus kualitas sepak bola yang kami miliki,” tambahnya. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.