RM.id Rakyat Merdeka - Sejak tak ada syarat Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta, terminal bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bandara di Ibu Kota mulai ramai.
Pantauan Rakyat Merdeka, kemarin, di Terminal Bus AKAP Kalideres, Jakarta Barat, terlihat padat antrean penumpang di peron pemberangkatan.
Masih banyak penumpang yang belum tahu Corona Likelihood Metric (CLM), sebagai pengganti SIKM. Sejumlah penumpang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengaku tidak tahu mengisi CLM. Makanya, petugas di posko pemeriksaan penumpang sibuk membantu pengisian CLM kepada calon penumpang.
Baca juga : Kesepakatan Nuklir JCPOA Terancam Berantakan!
“Harus download dulu ternyata ya. Tapi lebih gampang ini. Daripada pakai SIKM, ribet. Akhirnya baru pulang kampung minggu ini, sekalian rayain Idul Adha di kampung,” kata Agus, penumpang tujuan Jawa Tengah.
Sejumlah petugas yang lain memeriksa ketat calon penumpang saat masuk terminal dan sebelum naik bus. Ada petugas yang cek suhu. Tempat duduk ruang tunggu diberi tanda silang untuk jaga jarak. Beberapa tempat cuci tangan dan spanduk pemberitahuan jaga jarak dan pakai masker, tersebar.
Selain itu, meski SIKM dicabut, kapasitas bus tetap tak boleh melebihi 50 persen.
Baca juga : Masyarakat Jangan Lengah, Virus Corona Masih Ada
Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen menyebutkan, sejumlah penumpang memang belum paham mengenai CLM. “Yang belum punya aplikasi untuk CLM, maka kita arahkan untuk mengunduh aplikasinya. Kalau tidak punya smartphone, akan kita bantu dengan laptop yang disediakan di pos,” kata Revi.
Selain itu, dia juga berencana mendatangkan dokter untuk mempermudah penumpang mengisi CLM. Menurutnya, jika hasil CLM menunjukkan calon penumpang berisiko tinggi terpapar virus corona, maka dokter langsung mengarahkan pasien di posko pemeriksaan untuk periksa kesehatan atau merujuk penumpang ke Puskesmas.
Lonjakan penumpang juga terjadi di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur. Saat SIKM masih berlaku, penumpang hanya sekitar 10 per hari. Kini, hampir 100 penumpang tiap harinya.
Baca juga : Rakyat Takut Virus Corona, Suara Banteng Bisa Anjlok
"Per hari biasanya tidak sampai 10 penumpang, tetapi sejak SIKM diganti CLM, bisa 100 orang per hari,” kata Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang, Bernad Octavianus Pasaribu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.