BREAKING NEWS
 

Penolakan Makin Meluas, Ribuan Warga Bikin Petisi

Pak Anies, Tolong Batalin Penerapan Ganjil Genap!

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 7 Agustus 2020 06:50 WIB
Petisi menolak kebijakan ganjil genap di laman www.change.org.

 Sebelumnya 
Petisi Tolak Ganjil Genap

Kebijakan ganjil genap di tengah pandemi, sejak awal ditolak sana-sini. Pasalnya, warga Jakarta khawatir naik kendaraan umum. Sebab, angka kasus harian positif Covid-19 terus meningkat. Penolakan disuarakan banyak kalangan. Dari mulai warga, pengamat, ahli kesehatan hingga anggota DPRD DKI Jakarta.

Baca juga : Warga DKI Protes, Ganjil Genap Kok Diberlakukan

Terakhir, sebuah petisi penolakan terhadap kebijakan ini juga beredar di laman change.org. Petisi berjudul ‘Tolak Pemberlakuan Ganjil Genap Prematur’ itu diinisiasi warga bernama Freddy Sinurat.

Petisi telah ditandatangani 6.400 orang. Petisi ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, DPRD DKI Jakarta dan Satgas Covid-19 DKI Jakarta.

Adsense

Baca juga : Rawan Covid, Pasar Jaya Terapkan Ganjil Genap

Freddy heran, saat PSBB pertama kali diberlakukan dan belum banyak kasus Covid-19, kebijakan ganjil genap ditiadakan. Tetapi saat lagi banyak kasus Covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta malah memberlakukan lagi ganjil genap.

Ini artinya mendorong warga berdesak-desakan naik angkutan umum. Dia mengaku sebagai pengguna angkutan umum Transjakarta. Tetapi sejak pandemi memutuskan memakai kendaraan pribadi ke kantor untuk mengurangi risiko penularan diri sendiri, keluarga di rumah dan rekan kerja di kantor.

Baca juga : Politisi Banteng Minta Jokowi Sentil Menteri

Diingatkannya, jika ganjil genap kembali diberlakukan, sama saja dengan memaksa warga kembali pakai angkutan umum. Padahal ada keterbatasan jumlah kendaraan angkutan umum dan kurangnya kedisiplinan penumpang, yang berisiko memperparah kasus Covid-19 di Jakarta dan daerah penyangga.

Lebih baik, saran Freddy, Pemprov DKI memaksimalkan pemberlakukan Working From Office (WFO) 50 persen di kantor-kantor di Jakarta dan memperluas inspeksi di perkantoran, serta melakukan pemeriksaan secara intensif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense