BREAKING NEWS
 

Angkutan Umum Belum Aman Dari Virus Corona

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 7 Agustus 2020 07:00 WIB
Tangkapan layar Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno di acara Ngopi Pagi yang diadakan Rakyat Merdeka, Kamis (6/8). (Foto: Youtube)

 Sebelumnya 
Namun, ia meyakini ganjil genap tidak efektif. Kebijakan ini masih bisa diakali. Seperti dengan memiliki mobil lebih dari satu atau menggunakan plat ganda. “Ya tetap macet,” kata dia.

Ganjil genap juga diyakini tidak bisa memaksa orang untuk bekerja di rumah atau work from home. “Sementara tempat dia bekerja tidak mengizinkan,” imbuhnya.

Baca juga : Kadin: Tingkat Konsumsi dan Daya Beli Harus Dijaga

Apalagi latar belakang pekerjaan yang lalu lalang di Jakarta cukup beragam. Pemprov DKI tidak bisa mengatur sendirian. Jika PNS, harus di atur oleh Kementerian PANRB. Lalu, pegawai BUMN dan karyawan swasta.“Ini (karyawan swatsa) yang cukup banyak. Kementerian Tenaga Kerja harus buat aturan itu. Untuk memaksa orang bekerja di rumah. Itu baru bisa. Tanpa itu, saya kira cukup berat untuk mengurangi kemacetan,” ucapnya.

Ratna lalu menyela.“Apa sebaiknya policy ini diteruskan atau dicabut lagi saja?” tanya dia. “Saya cerita sedikit," jawab Djoko. Di era Presiden Soeharto, kisahnya, setiap pembangunan kawasan perumahan harus disertai dengan layanan akses angkutan umum. Kawasan Perumnas misalnya. “Wajib itu,” kata dia. Bahkan, jika tidak ada angkot, maka Perum Damri yang ditugaskan. Sayangnya, belakangan hilang karena boomingnya sepeda motor.

Baca juga : Istri Pemeran Thor Selamat Dari Banjir

Banyak kawasan perumahan pun kini dibangun tanpa memperhatikan akses layanan angkutan umum. “Sehingga orang kalau beli rumah, harus nyicil juga sepeda motor. Minimal,” kata dia.

Padahal angkutan umum, nilainya efektif mengurangi kemacetan. Namun, pengguna angkutan umum saat ini butuh jaminan dari pemerintah. “Intinya ada jaminan dari pemerintah menyediakan angkutan umum yang sehat (protokol kesehatan ketat).Ditambah lagi angkutan umum yang dekat dengan kawasan pemukiman,” usulnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense