BREAKING NEWS
 

Ujian Berat Anies

Corona Melayang, Banjir Menghadang

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 3 November 2021 08:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau pengerukan lumpur di sungai untuk mengantisipasi banjir. (Foto: Twitter @aniesbaswedan)

 Sebelumnya 
Menanggapi hal tersebut, Anies mengatakan, banjir yang merendam sebagian wilayah itu karena hujan yang sangat lebat, dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per hari. Menurut dia, jika volume air hujan di bawah 100 milimeter (mm) per hari, sesuai dengan kapasitas drainase, bisa dipastikan tak akan ada banjir.

"Kalau volume air hujan di bawah 100 mm per hari dan masih terjadi banjir, artinya ada sesuatu yang salah dalam manajemen," kata Anies, di Balaikota, kemarin. 

Baca juga : Pemerintah Gampang Gonta-Ganti Kebijakan

Nah, kalau volume air di atas 100 milimeter per hari, Anies menetapkan target banjir surut 6 jam setelah hujan berhenti. Eks Mendikbud ini mengatakan, butuh waktu agar air surut. Saat hujan di atas 100 milimeter per hari, air harus dipompa. "Butuh waktu 6 jam untuk kering," ungkapnya. 

Anies menerangkan, Pemprov DKI baru setahun ini menerapkan target dalam penanganan banjir Jakarta agar setiap pekerjaan ada capaian. "Targetnya dua. Pertama, tidak boleh ada korban jiwa. Kedua, sesudah kembali (luapan sungai) ke garis normal, itu sesudah enam jam (harus kering)," katanya.

Baca juga : Blusukan Ke Garut, Anis Matta Sambangi Pimpinan Persis Kiai Aceng Zakaria

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, banjir yang terjadi di Kelurahan Cipinang Melayu lantaran intensitas hujan yang lebat yang berlangsung di lokasi. Tercatat, volume air hujan pada Senin sebesar 142 milimeter. "Ini termasuk sangat-sangat lebat," kata Yusmada.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, potensi cuaca ekstrem selama sepekan, pada 31 Oktober hingga 6 November 2021. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, terdapat enam provinsi yang berpotensi banjir dan banjir bandang. Di antaranya Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Baca juga : Politisi Kebon Sirih Akui Anies Mampu Kendalikan Banjir

Ia mengingatkan, saat akan memasuki musim hujan, berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, dapat melakukan persiapan antisipasi banjir. "Persiapan yang dimaksud yakni memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan," ujarnya. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense