Sebelumnya
Namun, Andika belum mau mengumumkan gagasan yang dia maksud itu, secara rinci. Andika akan menjelaskan gagasannya secara rinci saat berada Papua. “Itu nanti secara detail akan saya jelaskan pada saat saya di Papua,” jelas menantu Hendropriyono tersebut.
Namun, saat menjalani fit and proper test di Komisi I DPR, 6 November lalu, Andika menerangkan, akan melakukan pendekatan humanis untuk menyelesaikan masalah Papua. Dia enggan menggunakan pendekatan perang untuk menyelesaikan masalah Papua.
Baca juga : Peran Penting Arkeologi Bangkitkan Nilai Kebangsaan
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS mengatakan, jika masalah Papua ini bisa tuntas, Andika layak menjadi Capres atau Cawapres di 2024. “Kalau Andika berhasil menyelesaikan persoalan KKB di Papua dengan cara yang humanis akan memberikan dampak yang positif bagi Andika,” katanya.
Menurut Fernando, cara tersebut akan membuat peluang Andika terbuka dalam kontestasi Pilpres 2024. “Keberhasilan Andika dalam memimpin TNI akan berdampak positif terhadap popularitas dan elektabilitasnya,” katanya.
Baca juga : Popok Baby Happy Kupas Tuntas Perkembangan Bicara Si Kecil
Sementara itu, peneliti Kajian Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth berharap, Pemerintah segera berkoordinasi dengan Pemda dan sejumlah elemen di Papua tentang penjabaran pendekatan kesejahteraan yang dipilih pemerintah dalam menyelesaikan Papua.
“Supaya dimengerti dan dapat dukungan. Proses ini penting untuk menyamakan pendapat pendekatan non-militer versi TNI dan versi masyarakat sipil,” ucap Adriana, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.