RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) Robertus Billitea menyatakan, dua pertiga karirnya habis untuk menangani industri finansial yang gagal.
Hal itu dikisahkan Robert dalam Muda Podcast bersama RM.id bertajuk "Bang Robert, Pelari Maraton yang Mentransformasikan IFG" yang ditayangkan di Channel Youtube BUMN Muda, Selasa (14/12). "Dua pertiga karir saya habis untuk menangani industri finansial yang gagal," tutur Robert.
Baca juga : Airlangga: UU Cipta Kerja Sudah Tingkatkan Investasi Dan Ciptakan Lapangan Kerja
Robert pernah menjabat sebagai mantan direktur hukum Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Setelah bubarnya BPPN, Robert sempat bekerja sebagai pengacara. Di antaranya menjadi kuasa hukum Mirta Kartohadiprodjo, nasabah yang dirugikan oleh Citibank melalui Malinda Dee.
Kemudian, dia diangkat sebagai direktur hukum di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Pada Februari 2020, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuknya sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), BUMN Holding Perasuransian dan Penjaminan yang dikenal sebagai Indonesia Financial Group (IFG).
Baca juga : CIPS : Pengawasan Fintech Harus Dibarengi Edukasi Literasi Finansial
Mana karir yang paling berkesan bagi Robert? "Yang cukup monumental menurut saya, saat saya menjabat direktur hukum di BPPN," jawabnya.
Robert mengaku sangat terkesan karena hasil kerja BPPN pada waktu itu berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang cukup serius.
Baca juga : Prasetiya Mulya Buka Program S1 Financial Technology
"Hasilnya saat ini Indonesia bisa kembali tumbuh secara agregat 5,5 persen per tahun. Itu merupakan hasil yang cukup baik. Karena pondasi finansial ditata kembali pada zaman BPPN," beber Robert. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.