Sebelumnya
Pantaskah parpol koalisi rebutin posisi Kepala IKN? Menurut pengamat politik, Ray Rangkuti, tak masalah parpol koalisi pemerintah memberikan masukan nama-nama calon yang dianggap layak memimpin IKN. Ia meyakini, Jokowi tidak akan merasa terbebani oleh titipan-titipan nama itu. Walaupun siapa nanti yang akan dipilih, menjadi hak prerogatif sepenuhnya presiden.
“Tentu tidak masalah. Bukan cuma partai, semua orang juga sebaiknya dilibatkan untuk menentukan siapa yang cocok menjabat kepala otorita itu. Pada aspek itu, justru bagus semua pihak memberikan masukan,” kata Ray, tadi malam.
Baca juga : Banteng Jagokan Ahok Jadi Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara
Yang menarik, kata Ray, Cak Imin kok menjagokan Anas. Ray menilai, ini ibarat CLBK atau Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) dalam politik. Sebab, Anas yang kini menjadi kader Banteng, pernah menjadi bagian dari keluarga besar PKB.
Lalu, kapan Kepala IKN ini bakal ditunjuk Jokowi? Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini mengatakan, soal siapa Kepala IKN dan aturan turunan lainnya, baru akan ditentukan setelah UU IKN diteken. “Setelah ditandatangani, kita bisa lanjut bahas peraturan turunannya,” kata Faldo dalam keterangannya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Risma Nggak Kepedean
Ia berharap, UU ini dapat menjadi solusi yang kongkret untuk masalah bangsa. Menghadirkan negara lebih nyata di berbagai pelosok negeri, dan menjadi sebuah jembatan kebangsaan, jembatan politik, dan jembatan persatuan.
“Jangan kita berpikir akan pindah besok atau lusa, tapi ini sebuah proses yang bertahap. Pengesahan undang-undang ini adalah awal dari perjalanan membangun sebuah Ibu Kota yang baru. Ini adalah upaya untuk mengurangi beban Jakarta. Ide ini merupakan pikiran Presiden sejak waktu yang lama,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.