Sebelumnya
Lokasi isoter sudah disiapkan Satgas di tingkat kabupaten/kota. Satgas Penanganan Covid-19 sudah berkoordinasi dengan petugas lapangan.
“Ada perwira tinggi TNI dan perwira tinggi Polri di situ yang tiap hari mengecek kondisi isoter,” ungkapnya.
Baca juga : BNPB: 7 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M 6,1 Di Pasaman Barat
Suharyanto mengungkapkan, secara nasional, keterisian isoter masih rendah. BOR di Pulau Jawa baru 12,78 persen. Sementara di luar Jawa, masih 8,10 persen. Sementara, BOR rumah sakit secara nasional masih di bawah 20 persen.
Menurut Suharyanto, seharusnya tempat ini diisi oleh pasien yang berisiko mengalami gejala berat.
Baca juga : Varian Yang Dianggap Ringan Bisa Membunuh Ribuan Orang
Satgas kemudian membagi tiga kelompok pasien yang meninggal saat isoman. Yang pertama, belum vaksin lengkap. Jumlahnya, 73 persen. Kedua, lansia dengan persentase 53 persen. Dan yang ketiga, pasien komorbid, sebesar 46 persen.
Sementara, masyarakat positif Covid-19 yang memilih isoman, harus memenuhi syarat isoman.
Baca juga : Pasien Wafat Saat Isoman Semoga Tidak Bertambah
Salah satunya, berusia di bawah 45 tahun. Orang Tanpa Gejala (OTG) atau yang bergejala ringan, juga boleh isoman. Dan kondisi rumah harus layak. Petugas kesehatan, juga harus tepat memberikan rekomendasi isoman.
“Banyak kasus orang masuk ke rumah sakit dalam keadaan gawat, bahkan sampai tidak tertolong akibat isoman,” bebernya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.