BREAKING NEWS
 

Kepala BIN Soroti Munculnya Omicron Siluman

Lawan Corona Jangan Terlena

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : ADITYA NUGROHO
Senin, 28 Maret 2022 06:47 WIB
Kepala BIN, Jend Pol (Purn) Budi Gunawan.

 Sebelumnya 
Menurut epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, Indonesia patut waspada. “Secara data, fakta, BA.2 berpotensi menyebabkan lonjakan baru di Indonesia,” kata Dicky.

Bagi BIN (Badan Intelijen Negara), waspada berarti penguatan mitigasi. Kepala BIN, Jend Pol (Purn) Budi Gunawan mengatakan, pemerintah memiliki skenario yang rasional dan selalu berdasarkan ilmu pengetahuan.

Baca juga : Kepala BPIP Gelorakan Nilai-nilai Pancasila Di Lumajang

Selama ini, strategi PPKM berbasis wilayah (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang terus dievaluasi berdasarkan kondisi objektif setiap daerah, telah memungkinkan Indonesia mengendalikan pandemi sekaligus memungkinkan mesin ekonomi tetap bekerja.

Begitu pula dengan vaksinasi. “Percepatan vaksinasi yang sudah dilakukan sejak awal, terbukti berhasil memberikan perlindungan memadai bagi masyarakat, sehingga berbagai indikator pandemi kini semakin baik,” ujar Budi Gunawan, kemarin.

Baca juga : Omicron Siluman Keok Sama Super Immunity

Mengantisipasi ancaman omicron siluman, mantan Wakapolri yang akrab disapa BG ini memberikan solusinya. “Kita perluas vaksinasi ke semua kelompok sasaran, dan ke semua wilayah. Begitu pun target capaian, harus kita naikkan. Kita tidak ingin kalah cepat. Capaian angka di kelompok rentan, yaitu anak-anak dan lansia kita naikkan, sementara di kelompok umum kita dorong agar vaksinasi tuntas hingga ke dosis ketiga atau booster,” tegas BG.

Adsense

BG mengungkapkan, berdasarkan berbagai data, vaksin yang kita gunakan terbukti memiliki efikasi yang baik, minimal bisa menekan gejala bila orang tervaksin tetap tertular. “Jangan mengira vaksin tidak berguna karena masih ada penerima yang terinfeksi. Data menunjukkan, sebagian besar mereka yang telah divaksin dua dosis apalagi tiga dosis (booster) asymptomatic atau hanya mengalami gejala ringan bila terinfeksi. Dan setelah negatif, kekebalan tubuh mereka menjadi sangat baik untuk jangka yang lebih lama. Vaksin berhasil mengaktifkan kemampuan belajar sel T dan sel B pada tubuh manusia, sehingga mampu meredam daya-rusaknya,” jelas BG.

Baca juga : Hidup Normal Baru Sudah Di Depan Mata

Langkah mitigasi lain untuk menghindari terjadinya lonjakan akibat subvarian BA.2, menurut BG, adalah disiplin prokes. “Test dan tracing harus terus dilakukan, ventilasi ruangan atau filter udara perlu diperhatikan, dan kebiasaan hidup sehat dengan masker dan cuci tangan harus menjadi etiket sehari-hari,” kata BG.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense